Ali Taufik Akbar saat lakukan klarifikasi di Mako Polsek Tempe.
Sengkang, KABARWAJO.ID – Pemilik warung mi pangsit, Ali Taufik Akbar, angkat bicara terkait isu dugaan penemuan ekor tikus mi pangsit yang viral di media sosial. Ali mengaku tidak menyangka tudingan itu terjadi kepadanya.
“Saya sedih, down dengan adanya kejadian ini. Tidak hanya ke saya, bahkan istri saya yang sedang hamil dan anak saya tidak mau sekolah karena di-bully dengan teman-temannya,” kata Ali Taufik Akbar saat dikonfirmasi KABARWAJO.ID, Sabtu (12/4).
Dia menceritakan, dirinya sudah 15 tahun berjualan mi pangsit di Sengkang. Mulai dengan membuka tenda pada tahun 2010, hingga kini memiliki warung.
“Saya Muslim, saya sudah lama berjualan mi pangsit di Sengkang. Jadi alangkah bodoh dan berdosanya saya jika menjual mi pangsit dengan bahan daging tikus. Tentu yang pertama jijik adalah saya, istri saya, dan pegawai saya yang mengolah dan memasak daging. Anak saya juga makan mi pangsit di sini,” ujar Ali Akbar.
Dia tak menampik dirinya merasa terpukul dengan adanya isu mi pangsit bahan daging tikus yang menimpa dirinya, ditambah lagi pesan berantai yang mengaku sebagai dirinya dan mengaku menjual mi pangsit dari bahan daging tikus.
Ali juga heran dan tak habis pikir dengan penemuan ekor tikus yang masih utuh yang ditemukan di paket mi pangsit.
“Tentu saya merasa terpukul, apalagi ini berdampak ke saya, keluarga, dan pegawai baik secara mental maupun pada omzet,” ucap dia.
Ali mengatakan omzetnya menurun drastis setelah viral isu daging tikus tersebut. Dari tadinya dia membeli 10-12 ekor ayam setiap harinya, kini hanya 3 ekor ayam saja yang dibeli dalam sehari untuk diolah dan dimasaknya.
“Omzet menurun drastis, bahkan sampai 80 persen,” kata dia, sembari menuturkan dirinya berlangganan daging ayam dengan salah satu pedagang di bilangan Jalan Andi Paggaru, Sengkang.
“Saya biasa belinya di situ, jadi di mana logikanya saya dituding jualan mi pangsit dengan daging tikus,” imbuhnya.
Meski mengaku terpukul dan omzet menurun drastis, Ali mengaku tetap berjualan mi pangsit di warungnya. Dia dan istrinya, dibantu empat pegawainya.
“Ada dua pegawai saya, orang Bugis, orang di sini (Sengkang). Kalau saya mau curang, tentu mereka yang keberatan dari awal,” kata dia.
Ali mengaku menerima kejadian itu sebagai sebuah teguran dan pengingat untuk lebih baik lagi.
“Mungkin juga ini sebuah teguran dan pengingat. Apa saya selama ini karena kurang bersedekah,” pungkasnya.
(Adi PW)
Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Provinsi Sulawesi Selatan Reza Faisal Saleh melakukan kunjungan…
Mantan Penjabat Bupati Wajo Andi Bataralifu mengemban tugas baru di lingkup Kementerian Dalam Negeri.
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memanggil Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Syahganda Nainggolan dan Wakil…
Pergantian Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) dari M Qodari kepada Syahganda Nainggolan pada Jumat (2/10)…
Sehari setelah dilantik sebagai Kepala Kepolisian RI pada Kamis (1/10) oleh Presiden Prabowo Subianto, Jenderal…
Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dalam hal akses layanan…