Categories: Seputar Wajo

Fenomena El Nino Rawan Mengancam Sektor Pertanian, Bagaimana Langkah Antisipasi Pemkab Wajo?

Sengkang, KABARWAJO.id – Fenomena El Nino atau pemanasan Suhu Muka Laut (SML) di atas kondisi normal yang terjadi di Samudera Pasifik bagian tengah yang berdampak mengurangi curah hujan di wilayah Indonesia dan berpotensi menyebabkan kekeringan diprediksi mulai terjadi pada Juni 2023.

Mengantisipasi hal itu, Kementerian Pertanian melakukan rapat koordinasi secara virtual dengan 9 gubernur dan 20 bupati se-Indonesia serta masing-masing OPD yang menangani pertanian, termasuk Kabupaten Wajo dan Bone, Senin (22/5/2023).

Bupati Wajo Amran Mahmud dalam pemaparannya meminta Pemkab Wajo difasilitasi ke Kementerian PUPR agar tinggi elevasi air di Pintu Air Bendung Gerak Tempe bisa sedikit diturunkan.

Dengan begitu, lanjut dia, sekitar 15 ribu hektare areal pertanian yang selama 4 tahun ini tidak bisa dimanfaatkan bisa dimaksimalkan kembali. Amran Mahmud juga mengusulkan pembentukan kantong-kantong air di wilayah muara Danau Tempe ke Teluk Bone untuk menutupi kebutuhan air wilayah Takkalalla dan Bola, sekaligus memanfaatkan air Danau Tempe tidak terbuang begitu saja ke Laut.

Pada rapat koordinasi secara virtual itu, Amran Mahmud juga berharap kepada Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo untuk dibantu mewujudkan Bendungan Bulucepo dan Bendungan Cella-cella yang bisa mengairi puluhan ribu hektare lahan pertanian.

“Saya kira Bupati Wajo bersama bupati lainnya sama, sudah tahu jika terjadi El Nino akan melakukan apa. Usulannya kita masukkan nanti di agenda aksi. Kita juga akan komunikasi dengan Menteri PUPR,” sebut Mentan Syahrul YL.

Amran Mahmud menegaskan pihaknya sudah meminta kepada Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Wajo bersama jajaran untuk merumuskan dan menyusun langkah antisipasi menghadapi fenomena El Nino.

“El Nino ini adalah fenomena alam yang bersifat global, tetapi dampaknya bisa dirasakan bervariasi di wilayah masing-masing. Dan ini harus kita waspadai,” kata dia.

Mengantisipasi fenomena El Nino terhadap sektor pertanian, Amran Mahmud menyatakan air Danau Tempe yang mengalir ke Teluk Bone tetap bisa dimanfaatkan oleh petani yang berada wilayah tadah hujan, khususnya wilayah Majauleng, Penrang, Takkalalla, dan Bola.

“Mari kita berdoa dan terus berusaha dalam kebersamaan, sinergitas, dan kolaborasi agar kita meminimkan dampak El Nino ini,” pungkasnya.

Sapriadi PW

Sapriadi, yang lebih akrab dikenal dengan nama pena Adi Pallawalino, adalah seorang jurnalis, penulis, dan traveler. Ia adalah pendiri media online KABARWAJO.ID dan Sulbarkini.com, berkiprah di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar).

Recent Posts

Jelang Porprov Sulsel 2026, Kepala BKAD Sulsel Tinjau Kesiapan Venue di Bone

Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Provinsi Sulawesi Selatan Reza Faisal Saleh melakukan kunjungan…

4 jam ago

Mantan Penjabat Bupati Wajo Andi Bataralifu Jabat Sekretaris Inspektorat Jenderal Kemendagri

Mantan Penjabat Bupati Wajo Andi Bataralifu mengemban tugas baru di lingkup Kementerian Dalam Negeri.

3 hari ago

Badan Komunikasi Diminta Sampaikan Masukan dan Kritikan Masyarakat ke Presiden

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memanggil Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Syahganda Nainggolan dan Wakil…

4 hari ago

Pergantian Kepala Badan Komunikasi RI, DIR Ungkap Hasil Analisis di Media Mainstream dan Media Sosial

Pergantian Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) dari M Qodari kepada Syahganda Nainggolan pada Jumat (2/10)…

4 hari ago

“Gaspol” Usai Dilantik: Kapolri Suyudi Rombak Total Kapolda di Jawa, Ganti Empat Kapolda di Sulawesi

Sehari setelah dilantik sebagai Kepala Kepolisian RI pada Kamis (1/10) oleh Presiden Prabowo Subianto, Jenderal…

4 hari ago

Wagub Dorong Perbankan Dekatkan Pelayanan ke Masyarakat, Literasi Keuangan Sulsel di Angka 61 Persen

Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dalam hal akses layanan…

4 hari ago