Komjen Pol (Purn) Jusuf Manggabarani semasa hidup. Foto: Istimewa/HO
KABARWAJO.ID – Mantan Wakapolri Komisaris Jenderal Polisi (Purnawirawan) Jusuf Manggabarani mengembuskan napas terakhir pada Selasa (20/5/2025).
Mantan Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan ini wafat di usia 72 tahun di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo, Makassar.
Semasa hidupnya, sosok kelahiran Gowa, 11 Februari 1953 itu, meniti karier cemerlang di Kepolisian Republik Indonesia. Usai menempuh pendidikan di Akabri tahun 1975, Jusuf Manggabarani memulai karier sebagai Pama Komdak XV/Bali di tahun yang sama.
Tahun 1976, Jusuf Manggabarani kemudian menjabat Danton 3 Kompi 5142 Satbrimobda Komdak XV/Bali. Pernah menjadi Kasat Brimob Polda Sulselra tahun 1990, Kapolwiltabes Ujungpandang di tahun 1997, Kapolda Sulsel tahun 2003, hingga sebagai Wakapolri pada tahun 2010-2011 di masa pemerintahan Soesilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla.
Suatu ketika, Jusuf Manggabarani ditugaskan oleh Kapolri saat itu Jenderal Timur Pradopo untuk menangani permasalahan di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, yang menjadi perhatian di tingkat nasional.
Mei 2010, Jusuf Manggabarani ditugaskan untuk menyelesaikan permasalahan saat terjadi pendudukan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Patila, Kecamatan Pammana, Kabupaten Wajo, oleh warga setempat.
“Saya orang Wajo dan tahu watak orang Bugis, makanya saya diutus Kapolri untuk melihat secara langsung ke bawah akar permasalahan sehingga warga menduduki Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG),” kata Jusuf Manggabarani kepada wartawan saat itu, dikutip dari Antara.
Dalam menangani permasalahan tersebut, Jusuf Manggabarani yang masih merupakan keturunan Arung Matowa Wajo ke-43 Puatta La Ishak Manggabarani Karaeng Mangeppe, mampu meredam permasalahan melalui pendekatan budaya.
Ia menyatakan, keamanan bisa tercipta jika seluruh pihak yang terkait dalam hal ini warga yang dikoordinir oleh kepala desa, lurah, camat, dan bupati bisa menjaga diri agar tidak memancing kekisruhan yang berujung pada kekacauan.
Kehadiran Wakapolri disambut masyarakat serta sejumlah pejabat setempat. Setelah pertemuan itu, seluruh elemen masyarakat sepakat untuk menjaga keamanan. Bupati Wajo saat itu, Andi Burhanuddin Unru, juga menyatakan suasana telah kondusif.
“Pak Wakapolri hanya pulang kampung, dan dalam sambutannya di hadapan seluruh warga itu bisa meredam emosi warga,” kata Kapolda Sulselbar saat itu, Irjen Polisi Aang Rochjana.
Menurut Aang, kehadiran Jusuf Manggabarani selaku Wakapolri sangat berarti karena sosoknya yang menjadi panutan warga Kabupaten Wajo dan mampu meredam semua permasalahan dengan pendekatan budaya.
Kala itu, Jusuf Manggabarani bersedia menjadi penghubung antara warga, pemerintah daerah, dan Kepala Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP MIGAS) di tingkat pusat. []
Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Provinsi Sulawesi Selatan Reza Faisal Saleh melakukan kunjungan…
Mantan Penjabat Bupati Wajo Andi Bataralifu mengemban tugas baru di lingkup Kementerian Dalam Negeri.
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memanggil Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Syahganda Nainggolan dan Wakil…
Pergantian Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) dari M Qodari kepada Syahganda Nainggolan pada Jumat (2/10)…
Sehari setelah dilantik sebagai Kepala Kepolisian RI pada Kamis (1/10) oleh Presiden Prabowo Subianto, Jenderal…
Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dalam hal akses layanan…