"Tiga Serangkai" penggagas dan pendiri Ponpes Daarul Mu'minin As'adiyah Doping.
Dari sebuah niat tulus, menjadi cahaya yang terus menyinari generasi.
KABARWAJO.ID – Tanggal 7 Juni 2026 menjadi momen bersejarah bagi keluarga besar Pondok Pesantren Daarul Mu’minin As’adiyah Doping. Tepat 23 tahun yang lalu, pada 7 Juni 2003, pesantren ini berdiri dengan segala kesederhanaan, harapan, dan cita-cita besar untuk menghadirkan pendidikan Islam yang bermanfaat bagi umat.
Perjalanan selama 23 tahun bukanlah perjalanan yang singkat. Di dalamnya terdapat kisah perjuangan yang penuh pengorbanan, air mata, doa, dan kerja keras dari para pendiri, guru, pengurus, santri, alumni, serta masyarakat yang senantiasa memberikan dukungan.
Tiga nama, masing-masing almarhum H Andi Baso Abdullah, H Agustan Ranreng, dan H Ambo Acca akan selalu tercatat dalam sejarah sebagai bagian dari sosok-sosok yang meletakkan fondasi perjuangan Pondok Pesantren Daarul Mu’minin As’adiyah Doping.
Dengan keyakinan dan keikhlasan, sosok “Tiga Serangkai” ini memulai langkah dari keterbatasan yang dilandasi cita-cita besar untuk melahirkan generasi Islam yang berilmu dan berakhlak.
Salah seorang tokoh pendiri, H Agustan Ranreng, mengisahkan, tidak sedikit ujian yang harus dihadapi sepanjang perjalanan tersebut. Menurutnya, ada masa-masa sulit ketika pembangunan berjalan perlahan, fasilitas masih sangat terbatas, dan berbagai kebutuhan pesantren harus dipenuhi dengan penuh perjuangan.
“Namun, berkat keteguhan hati dan pertolongan Allah SWT, satu demi satu tantangan dapat dilalui,” kata Agustan Ranreng, Minggu (7/6/2026).
Kini, setelah 23 tahun berlalu, Pondok Pesantren Daarul Mu’minin As’adiyah Doping telah tumbuh menjadi lembaga pendidikan yang terus berkembang. Ribuan santri telah menimba ilmu dan menjadi bagian dari perjalanan panjang pesantren ini. Mereka hadir sebagai bukti bahwa perjuangan yang dimulai puluhan tahun lalu tidak pernah sia-sia.
Peringatan 23 tahun berdirinya pesantren ini menjadi momentum untuk mengenang jasa para pendiri dan seluruh pejuang pendidikan yang telah mengabdikan hidupnya demi kemajuan lembaga. Sekaligus menjadi pengingat bahwa perjuangan belum selesai. Amanah besar untuk membina generasi umat harus terus dilanjutkan oleh generasi berikutnya.
“Memasuki usia ke-23 tahun, Pondok Pesantren Daarul Mu’minin As’adiyah Doping bertekad untuk terus berbenah menuju pengelolaan yang lebih modern, profesional, dan berkualitas, tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan tradisi As’adiyah yang telah menjadi identitasnya sejak awal berdiri,” imbuh Agustan Ranreng.
Dua puluh tiga tahun telah berlalu. Sebagian pejuang telah berpulang. Sebagian masih setia melanjutkan pengabdian. Namun semangat perjuangan itu tetap hidup, mengalir dalam setiap langkah, doa, dan cita-cita yang terus diperjuangkan hingga hari ini. []
Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Provinsi Sulawesi Selatan Reza Faisal Saleh melakukan kunjungan…
Mantan Penjabat Bupati Wajo Andi Bataralifu mengemban tugas baru di lingkup Kementerian Dalam Negeri.
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memanggil Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Syahganda Nainggolan dan Wakil…
Pergantian Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) dari M Qodari kepada Syahganda Nainggolan pada Jumat (2/10)…
Sehari setelah dilantik sebagai Kepala Kepolisian RI pada Kamis (1/10) oleh Presiden Prabowo Subianto, Jenderal…
Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dalam hal akses layanan…