Menteri Agama (Menag) Prof Nasaruddin Umar pada retreat kepala daerah di Akmil Magelang, Jawa Tengah.
MAGELANG – Menteri Agama (Menag) Prof Nasaruddin Umar menekankan 100 hari pertama pada periode kepemimpinan kepala daerah.
Itu disampaikan Menteri Agama saat menjadi pembicara pada retreat kepala daerah di Akademi Militer Magelang, Jawa Tengah, Rabu (26/2).
Menurut Nasaruddin, 100 hari pertama merupakan momentum revolusi manajemen. Dia mengingatkan kepala daerah untuk tidak kehilangan momen tersebut dalam membangun sebuah sistem yang akan berdampak besar ke depan.
“Nah, di dalam ilmu manajemen terakhir, after one hundred day’s era no revolutions. Jadi, kalau kita kehilangan momentum 100 hari, there is no revolutions,” kata Nasaruddin Umar di hadapan ratusan kepala daerah peserta retreat.
“Jadi, kalau starting point kita itu tidak ada energi yang kuat, tidak ada strong power yang dikatakan, maka itu akan datar bahkan down ke depan,” imbuhnya.
Ketua Umum Pengurus Pusat Pondok Pesantren As’adiyah Sengkang ini mengungkapkan, hal itu sudah diterapkan sejak pertama kali dirinya diminta memimpin Kementerian Agama.
Hasilnya, banyak survei yang menilai baik kinerja Kemenag. Nasaruddin menjelaskan bahwa kunci memanfaatkan 100 hari pertama tersebut salah satunya dengan cara berani berpikir berbeda dari yang lain.
“Saya ditanya kawan-kawan apa yang dilakukan? Yang penting kita lakukan sesuatu, keberanian berpikir lain, siapapun yang ingin populer harus berani berpikir lain,” jelasnya.
“Dan ini dilakukan oleh Rasulullah, dan tokoh-tokoh dunia yang lain seperti kita tahu ada Ghandi, Bunda Theresia dan lainnya,” sambung Menag.
Jaga Kerukunan Umat Beragama
Dalam kesempatan itu, Menag juga mengajak seluruh kepala daerah untuk bersama menjaga kerukunan umat beragama di Indonesia.
Menurutnya, itu menjadi salah satu kekuatan Indonesia di mata dunia di tengah kemajemukannya.
Menag menceritakan, bahwa Indonesia sudah empat kali diprediksi akan bubar seperti Uni Soviet dan Balkan. Tapi tahun-tahun yang dimaksudkan terlewat tanpa adanya konflik.
Dan temuan mereka yang memprediksi tersebut menjelaskan bahwa kekuatan kerukunan antarumat beragama lah yang menjadi kunci Indonesia bisa tetap eksis hingga saat ini.
“Jadi kalau umat beragama itu rukun Bapak Ibu sekalian, tidak ada kekuatan manapun yang bisa mengacak-acak Indonesia ini,” lanjutnya.
Menag pun menjelaskan pentingnya peran Kementerian Agama dalam mewujudkan kerukunan di setiap daerah. Karena itu, dia meminta seluruh kepala daerah untuk bersinergi dalam mewujudkan hal tersebut.
“Bapak-Ibu sekalian juga nanti sebagai pemimpin lokal, jangan sampai nanti tidak mau membantu Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Kepentingan-kepentingan institusi keagamaan di daerah itu sangat penting loh Bapak,” ujarnya. []
Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Provinsi Sulawesi Selatan Reza Faisal Saleh melakukan kunjungan…
Mantan Penjabat Bupati Wajo Andi Bataralifu mengemban tugas baru di lingkup Kementerian Dalam Negeri.
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memanggil Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Syahganda Nainggolan dan Wakil…
Pergantian Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) dari M Qodari kepada Syahganda Nainggolan pada Jumat (2/10)…
Sehari setelah dilantik sebagai Kepala Kepolisian RI pada Kamis (1/10) oleh Presiden Prabowo Subianto, Jenderal…
Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dalam hal akses layanan…