Pemain Prancis saat menyanyikan lagu kebangsaan di Piala Dunia 2022 Qatar. (Screenshoot instagram@equipedefrance)
Piala Dunia 2022 sudah usai dengan Argentina keluar sebagai juara setelah mengalahkan juara bertahan Prancis melalui drama adu penalti.
Di luar laga final yang seru itu, banyak yang menyebut melodi lagu kebangsaan Prancis yang berjudul La Marseillaise sekilas mirip dengan lagu “Dari Sabang Sampai Merauke”. Benarkah?
Mengutip sumber dari wikipedia, lagu La Marseillaise diciptakan oleh komponis Prancis Claude Joseph Rouget de Lisle pada April 1792 di Strasbourg. Lagu ini awalnya berjudul “Chant de guerre pour l’armée du Rhin” (Lagu Perang untuk Tentara Rhine).
Namun, pada tanggal 2 Juli 1792, pasukan dari Marseille berderap menuju kota Paris untuk berperang atas perintah dari Barbaroux. Seorang pemuda bernama François Mireur yang sebelumnya telah mengetahui lagu tersebut, menyanyikannya dengan penuh khidmat saat ia bergabung dengan para prajurit dari Marseille.
Saat itulah, para prajurit tersebut mendengar dan merasakan semangat nasionalisme yang tinggi dari lagu Le Chant de Guerre pour l’Armée du Rhin. Mereka pun menirukannya bernyanyi sepanjang perjalanan ke kota Paris.
Sesampainya di kota tujuan, penduduk Paris pun mendengar lagu yang dikumandangkan. Mereka turut menyanyikan lagu tersebut, dan memberi judul “La Marseillaise”, atau lagu dari Marseille sesuai dengan tempat para prajurit berasal.
La Marseillaise segera menjadi lebih dikenal oleh penduduk Paris, lalu menyebar hampir ke seluruh pelosok daerah Prancis.
La Marseillaise secara resmi dinyanyikan untuk pertama kalinya oleh Rouget de Lisle di Strasbourg, dan diresmikan menjadi lagu kebangsaan Prancis pada tahun 1879. Sejak itu hingga sekarang, rakyat Prancis mengumandangkan lagu La Marseillaise pada momen-momen kenegaraan, misalnya pada tanggal 14 Juli 1900 di L’Opéra Comique.
Sebuah pertunjukan yang terinspirasi dari lagu kebangsaan tersebut dipertontonkan untuk merayakan La Fête Nationale. Setelah itu, setiap tahunnya lagu ini dikumandangkan pada tanggal 14 Juli pada acara baik untuk mengingat hari revolusi Prancis maupun untuk kepentingan parade militer.
Lalu bagaimana ceritanya bisa terdengar hingga ke Indonesia pada masa penjajahan Belanda?
Rully Pratama selaku Reports Analyst di Teleperformance Indonesia dalam tulisannya di Quora menjelaskan saat lagu itu mulai populer di Prancis, pada saat yang sama Belanda telah menjajah Indonesia yang dulunya bernama Hindia Belanda.
Belanda sendiri saat itu dicaplok oleh kekaisaran pertama Prancis di bawah kepemimpinan Napoleon Bonaparte pada tahun 1810. Tak heran, jika orang-orang Belanda saat itu banyak yang pro-Prancis sehingga tidaklah aneh apabila semangat Revolusi Prancis juga dibawa ke tanah jajahan Belanda hingga lagu La Marseillaise turut ikut populer di Hindia Belanda.
Singkatnya, ungkap Rully Pratama, lagu La Marseillaise atau lagu kebangsaan Prancis bisa ke telinga orang Indonesia melalui pemerintah dan orang-orang Belanda yang saat itu sedang dalam kekuasaan pemerintah Prancis.
Karena lagu La Marseillaise memiliki struktur melodi yang bagus, tentu lagu tersebut tidak mudah untuk dilupakan begitu saja bagi siapa pun yang mendengarkannya.
Lagu “La Marseillase” kemudian menjadi inspirasi R Suharjo dalam menciptakan lagu yang awalnya bernama “Dari Barat sampai ke Timur”, yang kemudian setelah pembebasan Irian Barat, judulnya diganti menjadi “Dari Sabang sampai Merauke”.
(ADP/Diolah dari berbagai sumber)
Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Provinsi Sulawesi Selatan Reza Faisal Saleh melakukan kunjungan…
Mantan Penjabat Bupati Wajo Andi Bataralifu mengemban tugas baru di lingkup Kementerian Dalam Negeri.
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memanggil Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Syahganda Nainggolan dan Wakil…
Pergantian Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) dari M Qodari kepada Syahganda Nainggolan pada Jumat (2/10)…
Sehari setelah dilantik sebagai Kepala Kepolisian RI pada Kamis (1/10) oleh Presiden Prabowo Subianto, Jenderal…
Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dalam hal akses layanan…