Seorang petugas pemilu membantu seorang perempuan lanjut usia untuk menandai jarinya dengan tinta setelah memberikan suaranya pada Pilkada di Tangerang, Banten, 27 Juni 2018. (Foto: REUTERS/Willy Kurniawan)
KABARWAJO.id – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak, termasuk Pilkada Wajo, akan dilaksanakan pada 27 November 2024 mendatang.
Saat ini, perhatian publik masih tertuju pada kontestasi Pemilihan Calon Anggota Legislatif dan Pemilihan Presiden yang digelar pada 14 Februari 2024.
Kendati demikian, kasak-kusuk dan pembicaraan seputar Pilkada Wajo sudah mengemuka di berbagai kesempatan. Salah satunya menjadi topik pembicaraan di obrolan warung kopi.
Berikut Tim Kabar Wajo merangkum kasak-kusuk dan hal-hal lain seputar Pilkada Wajo.
Sebagai pendatang baru, sosok Andi Rosman mencuri perhatian saat ini. Hampir setahun belakangan, Asisten Administrasi Umum Sekretariat Kabupaten Maros ini mulai gencar melakukan sosialisasi sebagai bakal calon Bupati Wajo.
Selain baliho yang terpampang di sejumlah titik, kerabat mantan Wakil Bupati Wajo Andi Syahrir Kube itu juga kerap turun ke lapangan untuk mendekati basis suara yang dianggapnya potensial.
Sama dengan ASK, Andi Rosman merupakan seorang ASN yang kemudian mencoba terjun ke dunia politik dan mengukur peluang di Pilkada Wajo 2024 mendatang.
Hal lain yang menjadi pembicaraan adalah kemungkinan berlanjutnya pasangan Amran Mahmud – Amran SE. Pasangan bupati dan wakil bupati periode 2019-2024 ini masih terlihat kompak di berbagai kesempatan hingga di penghujung akhir masa jabatan.
Namun, tentu saja hasil pemilihan anggota legislatif pada Februari 2024 mendatang sekaligus menjadi tolok ukur kelanjutan pasangan yang dikenal dengan akronim Pammase ini.
Jika pasangan Pammase berlanjut ke jilid dua, sejumlah obrolan di warung kopi meyakini pasangan dr. Baso Rahmanuddin dengan Andi Tenriliweng bisa menjadi penantang sepadan.
Sebagai Ketua Partai Golkar Wajo, DBR masih memegang kendali mesin politik serta memiliki relawan pendukung yang solid. Begitu pula Andi Tenriliweng yang saat ini sebagai Anggota DPRD Sulawesi Selatan.
Jalan bagi keduanya untuk berpasangan juga terbuka lebar mengingat Partai Golkar dan PKB dalam konteks politik lokal di Wajo kerap berjalan beriringan.
Yang jadi permasalahan, siapa yang bakal menjadi kosong satu dan siap yang mau mengalah menjadi kosong dua. Tentunya itu akan semakin intens selepas Pemilihan Calon Anggota DPRD Wajo pada Februari 2024 mendatang.
Nama lain yang mencuat menjelang Pilkada Wajo 2024 yakni Andi Fadillah Burhanuddin Unru. Putri mantan Bupati Wajo Andi Burhanuddin Unru ini mulai menatap Pilkada Wajo dan percaya diri melalui jalur independen.
Adil, sapaan akrabnya, bahkan sudah memantapkan hati berpasangan dengan putra mantan Bupati Wajo Radi A Gany, Andi Ayoga Ghozali Radi dengan tagline “DIA”.
Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Provinsi Sulawesi Selatan Reza Faisal Saleh melakukan kunjungan…
Mantan Penjabat Bupati Wajo Andi Bataralifu mengemban tugas baru di lingkup Kementerian Dalam Negeri.
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memanggil Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Syahganda Nainggolan dan Wakil…
Pergantian Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) dari M Qodari kepada Syahganda Nainggolan pada Jumat (2/10)…
Sehari setelah dilantik sebagai Kepala Kepolisian RI pada Kamis (1/10) oleh Presiden Prabowo Subianto, Jenderal…
Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dalam hal akses layanan…