Categories: Seputar Wajo

Momen Wisuda Santri Tahfiz Al-Quran, Menag Sebut Sengkang Tempat yang Penuh Berkah

KABARWAJO.ID – Menteri Agama Prof Nasaruddin Umar menghadiri wisuda santri tahfiz Pondok Pesantren As’adiyah Pusat, Sengkang, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, Sabtu (26/7).

Sebanyak 98 santri yang diwisuda karena sudah menyelesaikan proses menghafal 30 juz Al-Qur’an. Wisuda ini digelar bersamaan dengan kegiatan Ngaji Perdana Kurikulum Cinta di Ruang Pola Kantor Bupati Wajo.

Acara tersebut juga menjadi bagian dari penyambutan resmi 1.790 santri baru yang diterima Pondok Pesantren As’adiyah pada tahun ajaran ini.

Di hadapan para santri, Menag memberikan pesan penting tentang pemahaman dan penghayatan Al-Qur’an. Menurutnya, menghafal adalah tahap awal, tetapi yang lebih utama adalah memahami arti dan menyatu dengan nilai-nilai Al-Qur’an.

“Jangan bangga hafal Al-Qur’an kalau tidak paham artinya. Itu hanya tapap pertama. Kalau sudah tahu artinya dan mampu menjiwai, itu baru level ketiga. Tapi kalau sudah mampu menyatu dengan Al-Qur’an, anda akan jadi Qur’an berjalan,” tegas Nasaruddin Umar.

Dijelaskan Menag, pondok pesantren merupakan sistem pendidikan paling utuh yang memadukan kerja akal dan batin. Dikatakannya, keunggulan pesantren terletak pada kekuatan konsentrasi dan kontemplasi yang dijalankan para santri setiap hari, terutama di malam hari.

“Di pondok pesantren ini kita akan mengandalkan dua kekuatan: kekuatan konsentrasi dan kekuatan kontemplasi. Konsentrasi itu kerja akal, tapi kontemplasi adalah kerja batin. Inilah yang menampilkan mengapa alumni pondok As’adiyah itu hebat-hebat,” jelasnya.

As’adiyah, kata Menag, merupakan salah satu pondok pesantren yang memenuhi ciri-ciri tempat penuh berkah atau munzalan mubarakah. Sebab, pesantren ini berada di wilayah yang secara alamiah dan spiritual sangat mendukung tumbuhnya keilmuan dan keteladanan.

“Sengkang ini adalah munzalan mubarakah, tempat yang penuh berkah. Tidak salah kalau berbagai pelosok datang ke Sulawesi Selatan dan memilih Pesantren As’adiyah. Karena di sini ada keberkahan tempat, keberkahan waktu, dan keberkahan ilmu,” pungkasnya.

Acara ini turut dihadiri Bupati Kabupaten Wajo Andi Rosman, Ketua DPRD Kabupaten Wajo Firmansyah, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI Suyitno, Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Basnang, Direktur Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan Madrasah Nyayu, serta para pengasuh, alumni, dan wali santri.

(Kemenag RI)

Redaksi Kabarwajo

Recent Posts

Jelang Porprov Sulsel 2026, Kepala BKAD Sulsel Tinjau Kesiapan Venue di Bone

Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Provinsi Sulawesi Selatan Reza Faisal Saleh melakukan kunjungan…

6 jam ago

Mantan Penjabat Bupati Wajo Andi Bataralifu Jabat Sekretaris Inspektorat Jenderal Kemendagri

Mantan Penjabat Bupati Wajo Andi Bataralifu mengemban tugas baru di lingkup Kementerian Dalam Negeri.

3 hari ago

Badan Komunikasi Diminta Sampaikan Masukan dan Kritikan Masyarakat ke Presiden

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memanggil Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Syahganda Nainggolan dan Wakil…

4 hari ago

Pergantian Kepala Badan Komunikasi RI, DIR Ungkap Hasil Analisis di Media Mainstream dan Media Sosial

Pergantian Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) dari M Qodari kepada Syahganda Nainggolan pada Jumat (2/10)…

4 hari ago

“Gaspol” Usai Dilantik: Kapolri Suyudi Rombak Total Kapolda di Jawa, Ganti Empat Kapolda di Sulawesi

Sehari setelah dilantik sebagai Kepala Kepolisian RI pada Kamis (1/10) oleh Presiden Prabowo Subianto, Jenderal…

4 hari ago

Wagub Dorong Perbankan Dekatkan Pelayanan ke Masyarakat, Literasi Keuangan Sulsel di Angka 61 Persen

Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dalam hal akses layanan…

5 hari ago