Wakil Bupati Wajo Baso Rahmanuddin dengan Guru Besar Ilmu Pertanian Unhas, Prof Ambo Ala.
Sengkang, KABARWAJO.ID – Guru Besar Ilmu Pertanian Universitas Hasanuddin (Unhas) Prof Dr Ir Ambo Ala memberikan sejumlah saran dan masukan dalam rangka mengembangkan sektor pertanian di Kabupaten Wajo.
Wakil Bupati Wajo Baso Rahmanuddin mengatakan, salah satu yang menjadi masukan dari pakar di bidang pertanian itu yakni mengaktifkan kembali tudang sipulung yang memegang peranan penting dalam menyamakan persepsi para petani sebelum memulai masa tanam padi.
“Salah satu pesan pak Prof Ambo Ala adalah mengaktifkan kembali tudang sipulung untuk menyamakan persepsi menjelang masa tanam padi. Karena, menurut pak Prof, 50 persen keberhasilan di sektor pertanian ditentukan bibit yang bagus,” ujar Wabup Wajo, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (2/6/2025).
Hal lain yang menjadi masukan dari Prof Ambo Ala untuk memajukan sektor pertanian di Kabupaten Wajo, yakni pemerintah daerah melakukan identifikasi terhadap hal-hal yang mempengaruhi Indeks Pertanaman.
Dalam hal ini, Indeks Pertanaman merupakan rata-rata masa tanam atau frekuensi masa tanam dan panen pada satu lahan yang sama dalam kurun waktu satu tahun.
“Pemda harus bisa mengidentifikasi hal-hal yang mempengaruhi indeks pertanaman ini dan menemukan variabel. Bisa dipengaruhi di antaranya faktor irigasi yang tidak maksimal hingga adanya serangan hama,” imbuh Baso Rahmanuddin.
DBR menuturkan, Prof Ambo Ala juga menyarankan Pemerintah Kabupaten Wajo untuk mengadopsi kembali 3 pilar pertanian yang pernah dikembangkan Prof Ahmad Amiruddin, meliputi perubahan pada pola pikir, petik olah jual, hingga pewilayahan komoditas.
“Jadi, menurut Prof Ambo Ala, trikonsep pertanian ini perlu digalakkan kembali. Termasuk intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian sebagai upaya meningkatkan hasil panen. Potensi pertanian Kabupaten Wajo cukup besar dengan luas lahan sekitar 100 ribu hektare sawah,” ujar Wabup Wajo.
Kolaborasi dalam Pembangunan
Di kesempatan yang sama, Prof Ambo Ala juga meminta kepada Pemerintah Kabupaten Wajo untuk menciptakan kolaborasi empat aktor utama dalam pembangunan, yakni pemerintah, teknokrat, praktisi, dan akademisi.
“Menurut beliau (Prof Ambo Ala), keempat aktor pembangunan itu memiliki peran dan fungsi strategis dalam menjalankan dan melaksanakan kegiatan pembangunan, termasuk pembangunan sektor pertanian,” ucap Baso Rahmanuddin.
Prof Dr Ambo Ala merupakan putra daerah asal Kecamatan Maniangpajo, Kabupaten Wajo, yang dikenal sebagai sesepuh di bidang pertanian. Ia juga tercatat sebagai Guru Besar Ilmu Pertanian Unhas.
Pembangunan di sektor pertanian merupakan salah satu janji politik Bupati dan Wakil Bupati Wajo Andi Rosman-Baso Rahmanuddin pada masa kampanye Pilkada 2024.
(Adi PW)
Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Provinsi Sulawesi Selatan Reza Faisal Saleh melakukan kunjungan…
Mantan Penjabat Bupati Wajo Andi Bataralifu mengemban tugas baru di lingkup Kementerian Dalam Negeri.
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memanggil Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Syahganda Nainggolan dan Wakil…
Pergantian Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) dari M Qodari kepada Syahganda Nainggolan pada Jumat (2/10)…
Sehari setelah dilantik sebagai Kepala Kepolisian RI pada Kamis (1/10) oleh Presiden Prabowo Subianto, Jenderal…
Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dalam hal akses layanan…