Categories: Khas

Street Coffee dan Panggilan Jiwa

Satu unit mobil Suzuki Carry produksi tahun 1990-an terparkir di depan halaman kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Kabupaten Wajo, Senin (30/3) malam.

Sekilas, ingatanku tertuju pada mobil pete-pete yang sempat wara-wiri dan merajai jalanan Makassar sebelum aplikasi driver online mengubah wajah transportasi umum di Kota Daeng.

Seiring perkembangan teknologi dan kemajuan telekomunikasi, eksistensi pete-pete perlahan tergilas dengan makin praktisnya pemesanan kendaraan umum yang aman dan nyaman.

“Ini Suzuki Carry bekas,” kata Akbar, pemilik Street Coffee Kribo saat saya menghampirinya.

Sambil memesan segelas kopi panas, saya memperhatikan seksama mobil Carry yang “disulapnya” menjadi kedai kopi berjalan itu. Hal serupa, pernah saya temui di Mamuju. Tepatnya di kawasan Pantai Arteri, dan jadi tempat favorit nongkrong sambil ngopi.

“Sudah 3 tahun berjalan, jualan kopi dengan mobil. Sempat setahun saya berjualan kopi dengan motor Vespa. Dulu biasa di depan Masjid Raya (Masjid Agung Ummul Qur’aa),” kisah Akbar, sembari memperlihatkan foto saat dirinya berjualan kopi dengan motor Vespa dari ponsel miliknya.

Suatu ketika, Akbar melakukan touring dengan motor Vespa miliknya tersebut. Dari situ, dia lalu terinspirasi untuk berjualan kopi dengan menggunakan mobil sebagai “kedai kopi berjalan”.

“Dari teman komunitas skuter, saya terinspirasi berjualan kopi dengan mobil. Nah, pas juga ketemu mobil Suzuki Carry bekas ini yang saya beli setelah jual motor Vespa yang tadi,” ungkapnya.

Dengan modal sekitar Rp30 juta, Akbar melakukan modifikasi minor di mobil Carry yang dibelinya itu disertai perlengkapan meracik kopi.

“Tak banyak modifikasi. Hanya dua bagian kacanya ini yang bisa dibuka ke atas,” ujarnya, sembari menunjuk dua bagian kaca mobil yang dimodifikasi sedemikian rupa.

Menurut Akbar, meracik kopi dipelajarinya secara otodidak maupun melalui sharing dan diskusi dengan teman-temannya. Baginya, berjualan kopi dengan konsep street coffee atau kopi jalanan itu bukan sekadar memenuhi kebutuhan hidup. Tetapi, juga panggilan jiwa sebagai penikmat kopi.

“Karena saya hobi kopi, jadi ini sebuah panggilan jiwa juga. Segala suka dukanya, dijalani mengalir begitu saja,” pungkas dia.

Sapriadi PW

Sapriadi, yang lebih akrab dikenal dengan nama pena Adi Pallawalino, adalah seorang jurnalis, penulis, dan traveler. Ia adalah pendiri media online KABARWAJO.ID dan Sulbarkini.com, berkiprah di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar).

Share
Published by
Sapriadi PW

Recent Posts

Jelang Porprov Sulsel 2026, Kepala BKAD Sulsel Tinjau Kesiapan Venue di Bone

Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Provinsi Sulawesi Selatan Reza Faisal Saleh melakukan kunjungan…

9 jam ago

Mantan Penjabat Bupati Wajo Andi Bataralifu Jabat Sekretaris Inspektorat Jenderal Kemendagri

Mantan Penjabat Bupati Wajo Andi Bataralifu mengemban tugas baru di lingkup Kementerian Dalam Negeri.

3 hari ago

Badan Komunikasi Diminta Sampaikan Masukan dan Kritikan Masyarakat ke Presiden

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memanggil Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Syahganda Nainggolan dan Wakil…

4 hari ago

Pergantian Kepala Badan Komunikasi RI, DIR Ungkap Hasil Analisis di Media Mainstream dan Media Sosial

Pergantian Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) dari M Qodari kepada Syahganda Nainggolan pada Jumat (2/10)…

4 hari ago

“Gaspol” Usai Dilantik: Kapolri Suyudi Rombak Total Kapolda di Jawa, Ganti Empat Kapolda di Sulawesi

Sehari setelah dilantik sebagai Kepala Kepolisian RI pada Kamis (1/10) oleh Presiden Prabowo Subianto, Jenderal…

5 hari ago

Wagub Dorong Perbankan Dekatkan Pelayanan ke Masyarakat, Literasi Keuangan Sulsel di Angka 61 Persen

Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dalam hal akses layanan…

5 hari ago