Anggota Komisi XI DPR RI, Andi Yuliani Paris.
Belawa, KABARWAJO.ID – Anggota DPR RI Andi Yuliani Paris menanggapi terkait polemik SDN 408 Ongkoe, Kecamatan Belawa.
Politisi Partai Amanat Nasioal (PAN) ini menyarankan Pemerintah Kabupaten Wajo berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Sidrap.
“Sebaiknya, Pemkab Wajo berkoordinasi dengan Pemkab Sidrap terkait SDN 408 Ongkoe karena kita tahu bersama mayoritas muridnya merupakan warga Kabupaten Sidrap dan lokasinya yang berada di wilayah perbatasan,” ungkap Andi Yuliani Paris kepada KABARWAJO.ID, Minggu (20/4).
AYP menambahkan, jangan sampai pembangunan gedung sekolah tersebut dibebankan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Wajo, namun nilai manfaatnya dirasakan warga Kabupaten Sidrap.
“Kan disebutkan muridnya cuma satu orang Wajo, sisanya warga Sidrap. Jadi memang perlu dikoordinasikan antara Pemerintah Kabupaten Wajo dengan Pemerintah Kabupaten Sidrap,” ujarnya.
Sebelumnya, viral di media sosial terkait kondisi SDN 408 Ongkoe yang memperlihatkan kondisi gedung yang sudah lapuk dan siswa belajar beralaskan tanah dengan perlengkapan kelas seadanya.
“Faktanya, itu merupakan kelas jauh dari gedung induk SDN 408 Ongkoe yang berjarak 1 kilometer. Kepala sekolah memutuskan memindahkan proses belajar mengajar ke kelas jauh karena serapan siswa di gedung induk yang kurang,” ungkap Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wajo, Alamsyah, Sabtu (19/4).
Ia menambahkan, sekolah tersebut berada di daerah perbatasan Kabupaten Wajo dan Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) yang total jumlah siswanya sebanyak 25 orang. Satu gedung diisi dua kelas, dengan siswa mayoritas dari Kabupaten Sidrap.
“Siswanya mayoritas asal Sidrap, karena berbatasan langsung dengan Desa Mojong. Proses belajar mengajar dipindahkan ke kelas jauh karena akses siswa yang lebih dekat daripada di gedung induk,” imbuh Alamsyah.
Sementara Anggota DPRD Wajo dari Komisi VI, Apriliani Nurdin, mengungkapkan keprihatinannya setelah menyambangi SDN 408 Ongkoe.
“Betul adanya, saya sampai kaget. Masih ada sekolah kayak begini di Wajo, sangat miris sekali,” ucap Apriliani.
Selama kunjungannya, Apriliani menyempatkan diri berkeliling untuk melihat langsung kondisi sekolah tersebut. Dia menemukan tiga ruang kelas dengan kondisi yang sangat memprihatinkan: lantai masih berupa tanah, atap bocor di berbagai tempat, dan dinding terbuat dari papan yang sudah lapuk.
Lebih menyedihkan lagi, sekolah ini tidak memiliki fasilitas pendukung seperti perpustakaan atau ruang guru.
“Kondisi ini mencerminkan bahwa kualitas pendidikan di Wajo masih jauh dari kata layak. Ini menunjukkan masih terjadi kesenjangan yang jauh antara pendidikan anak-anak di kota dan desa,” tegasnya.
Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Provinsi Sulawesi Selatan Reza Faisal Saleh melakukan kunjungan…
Mantan Penjabat Bupati Wajo Andi Bataralifu mengemban tugas baru di lingkup Kementerian Dalam Negeri.
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memanggil Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Syahganda Nainggolan dan Wakil…
Pergantian Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) dari M Qodari kepada Syahganda Nainggolan pada Jumat (2/10)…
Sehari setelah dilantik sebagai Kepala Kepolisian RI pada Kamis (1/10) oleh Presiden Prabowo Subianto, Jenderal…
Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dalam hal akses layanan…