Foto: Istimewa
Bombana – Sebuah video yang memperlihatkan seorang anak yang dipukuli oleh bapaknya sendiri dengan ranting kayu hingga bertubi-tubi tersebar luas dan viral di media sosial.
“Cau’na pak, cau’na pak e (ampun bapak, ampun). Ma’poloka pak, mapoloka (patah tulangku pak, patah),” kata sang anak dalam video tersebut dengan menggunakan bahasa Bugis sembari menangis.
Peristiwa itu diketahui terjadi di halaman sekolah madrasah di Desa Watumelomba, Kecamatan Tontonunu, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Rabu (22/3/2023) siang.
Sang anak diketahui berinisial AS (10) sementara pelaku yang tak lain bapak dari korban bernama Taming. Usai video tersebut viral, Taming yang didatangi personel kepolisian dan TNI setempat mengakui perbuatannya salah yang dituangkan dalam selembar surat pernyataan.
“Saya mengaku salah atas tindakan yang saya lakukan tersebut. Saya tidak akan mengulangi lagi perbuatan tersebut. Apabila di kemudian hari saya mengulangi perbuatan tersebut, maka saya bersedia menerima sanksi hukum sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku,” tulis Taming dalam surat pernyataannya.
Informasi yang dihimpun dari metrokendari.id, pemukulan tersebut diduga dipicu sang bapak yang merasa jengkel karena anaknya pergi meninggalkan rumah dalam waktu yang lama yang membuat orang tuanya panik dan mencari sang anak.
Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Provinsi Sulawesi Selatan Reza Faisal Saleh melakukan kunjungan…
Mantan Penjabat Bupati Wajo Andi Bataralifu mengemban tugas baru di lingkup Kementerian Dalam Negeri.
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memanggil Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Syahganda Nainggolan dan Wakil…
Pergantian Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) dari M Qodari kepada Syahganda Nainggolan pada Jumat (2/10)…
Sehari setelah dilantik sebagai Kepala Kepolisian RI pada Kamis (1/10) oleh Presiden Prabowo Subianto, Jenderal…
Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dalam hal akses layanan…