Pendiri Pondok Pesantren As'adiyah Anregurutta KH Muhammad As'ad Al-Bugisy. Foto: Istimewa/HO
JAKARTA – Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Kementerian Sosial, Mira Riyati Kurniasih, mengungkapkan sudah ada 10 nama yang masuk dalam daftar usulan calon Pahlawan Nasional 2025.
Dari jumlah tersebut, empat nama merupakan usulan baru, sementara enam lainnya merupakan pengajuan kembali dari tahun-tahun sebelumnya.
“Untuk tahun 2025 sampai dengan saat ini, memang sudah ada proposal yang masuk ke kami, itu ada sepuluh. Empat pengusulan baru, dan enam adalah pengusulan kembali di tahun-tahun sebelumnya,” kata Mira Riyati, dikutip dari siaran pers Kemensos pada Jumat (28/3).
Beberapa tokoh yang kembali diusulkan, antara lain KH Abdurrahman Wahid (Jawa Timur), Jenderal Soeharto (Jawa Tengah), KH Bisri Sansuri (Jawa Timur), Idrus bin Salim Al-Jufri (Sulawesi Tengah), Teuku Abdul Hamid Azwar (Aceh), dan KH Abbas Abdul Jamil (Jawa Barat).
Sementara itu, empat nama baru yang diusulkan tahun ini, yaitu Anak Agung Gede Anom Mudita (Bali), Demmatande (Sulawesi Barat), Prof Dr Midian Sirait (Sumatera Utara), dan KH Yusuf Hasim (Jawa Timur).
Nama-nama yang telah disepakati Dewan Gelar pada 2024 akan kembali diusulkan pada 2025. Hal ini dilakukan karena hingga saat ini belum ada keputusan dari Presiden terkait usulan tersebut.
“Karena belum ada catatan apapun dari Presiden tentang usulan yang sudah dibuat oleh Menteri Sosial sebelumnya. Pastinya saya akan memberikan laporan agar pengangkatan gelar tahun ini bisa disertakan dengan tahun sebelumnya, tahun 2024. Jadi ada dua (usulan) bila Presiden berkenan,” kata Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul).
Nama-nama yang telah disepakati Dewan Gelar pada 2024, antara lain Andi Makkasau, Letjen Bambang Sugeng, Rahma El Yunusiah, Frans Seda, Letkol Muhammad Sroedji, AM Sangaji, Marsekal Rd. Soerjadi Soerjadarma, serta Sultan Muhammad Salahuddin.
Pengusulan calon pahlawan ini dibatasi sampai 11 April 2025. Setelah tahap verifikasi, dan sidang pleno TP2GP akan menyampaikan rekomendasi usulan calon Pahlawan Nasional dari Menteri Sosial kepada Presiden. Selanjutnya Presiden memilih daftar nama yang diajukan untuk dianugerahi gelar Pahlawan Nasional.
Pada kesempatan berbeda, Kementerian Sosial bersama Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP) telah membahas pengusulan calon Pahlawan Nasional tahun 2025. TP2GP terdiri dari Staf Ahli, akademisi, budayawan, perwakilan BRIN, TNI, serta Perpustakaan Nasional.
Sementara mekanisme pengusulan Pahlawan Nasional melalui tahapan berjenjang dari tingkat daerah hingga ke pemerintah pusat.
“Jadi memenuhi syarat melalui mekanisme. Ada tanda tangan Bupati, Gubernur, itu baru ke kita. Jadi memang prosesnya dari Bawah,” kata Gus Ipul, Selasa (18/3).
Sudah Gelar Seminar
Sebelumnya, pengusulan terhadap pendiri Pondok Pesantren As’adiyah Anregurutta KH Muhammad As’ad Al-Bugisy untuk dipertimbangkan sebagai pahlawan nasional sudah melalui seminar yang dilaksanakan pengurus pusat Pondok Pesantren As’adiyah Sengkang, Senin (25/12/2023).
Hadir langsung Ketua Umum Pengurus Pusat Ponpes As’adiyah Anregurutta Prof KH Nasaruddin Umar, Wakil Ketua Umum Ponpes As’adiyah Gurutta Dr KH Muhyiddin Tahir beserta undangan lainnya.
Selaku narasumber di antaranya Prof Andi Kadir Ahmad, Dr KH Zainuddin Hamka, Dr Andi Irawan Bintang, Dr Suriadi Andi Mappangara dan Dr Rasyid Ridha.
Ketua Umum Pengurus Pusat Pondok Pesantren As’adiyah Anregurutta Prof KH Nasaruddin Umar menyatakan pengusulan AG KH Muhammad As’ad sebagai pahlawan nasional melalui pertimbangan-pertimbangan nasionalisme.
“Dalam konteks kehidupan politik saat ini jangan hanya tonjolkan Anregurutta KH Muhammad As’ad Al-Bugisy sebagai tokoh keagamaan, tetapi kita juga harus menampilkan kalau beliau juga sosok yang patriotisme,” kata Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta ini.
Tim kerja pengusulan KH Muhammad As’ad sebagai pahlawan nasional, Dr Ahmad Muktamar, mengatakan berbagai upaya telah dilakukan untuk memenuhi persyaratan.
Di antaranya forum grup discussion (FGD), diskusi terbatas, serta pengumpulan berbagai macam dokumen yang terkait dengan perjauangan KH Muhammad As’ad.
Menurut Ahmad, Anregurutta KH Muhammad As’ad merupakan salah satu tokoh besar di Sulsel.
“Beliau adalah simpul jaringan ulama paling berpengaruh pada abad ke-20, khususnya di Sulawesi dan Indonesia Timur,” pungkas dia. []
Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Provinsi Sulawesi Selatan Reza Faisal Saleh melakukan kunjungan…
Mantan Penjabat Bupati Wajo Andi Bataralifu mengemban tugas baru di lingkup Kementerian Dalam Negeri.
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memanggil Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Syahganda Nainggolan dan Wakil…
Pergantian Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) dari M Qodari kepada Syahganda Nainggolan pada Jumat (2/10)…
Sehari setelah dilantik sebagai Kepala Kepolisian RI pada Kamis (1/10) oleh Presiden Prabowo Subianto, Jenderal…
Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dalam hal akses layanan…