WA Channel

Banjarbaru, KABARWAJO.ID – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyatakan dukungan Kementerian Komdigi terhadap Sekolah Rakyat melalui penyediaan konektivitas internet, penguatan jaringan sekolah, serta literasi dan keterampilan digital.

“Dukungan ini memastikan proses belajar mengajar berjalan lancar di seluruh wilayah,” kata Meutya Hafid di sela-sela menghadiri peresmian 166 Sekolah Rakyat secara serentak oleh Presiden Prabowo Subianto, di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026).

Dalam kesempatan itu, Prabowo menyebut Sekolah Rakyat sebagai langkah terobosan dan langkah berani untuk menghadirkan keadilan sosial di bidang pendidikan.

“Saya ucapkan terima kasih kepada semua unsur yang telah bekerja mewujudkan langkah terobosan ini. Saya terharu melihat dampaknya bagi anak-anak kita,” kata Prabowo.

Presiden menegaskan, pembangunan harus disertai pemerataan agar manfaatnya dirasakan rakyat.

“Melalui Sekolah Rakyat, negara membuka harapan baru bagi anak anak dari keluarga yang sebelumnya sulit mengakses pendidikan, sekaligus menyiapkan generasi Indonesia yang berdaya saing di masa depan,” ujarnya.

Dalam laporannya, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menuturkan Sekolah Rakyat telah beroperasi di 166 titik di 34 provinsi dan 131 kabupaten/kota. Program ini menampung 15.954 siswa dengan dukungan 2.218 guru dan 4.889 tenaga kependidikan.

“Kami juga menyampaikan terima kasih kepada Kemkomdigi atas kesiapan jaringan dan infrastruktur digital yang mendukung kegiatan belajar,” kata Saifullah.

Tekan Angka Anak Tidak Sekolah

Diketahui, Kabupaten Wajo menjadi salah satu daerah percontohan pendirian Sekolah Rakyat di Sulawesi Selatan. Menurut Wakil Bupati Wajo Baso Rahmanuddin, Pemkab Wajo sudah menyiapkan lahan seluas 7,62 hektare di Kelurahan Uraiyang, Kecamatan Majauleng, sebagai lokasi definitif Sekolah Rakyat.

“Kita bersyukur karena Kabupaten Wajo menjadi salah satu daerah percontohan Sekolah Rakyat di Sulawesi Selatan. Kita sudah siapkan lokasi definitif di Kelurahan Uraiyang, dan untuk rintisan sementara kita akan menggunakan Gedung SKB (Sanggar Kegiatan Belajar),” kata Wabup Wajo saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (24/6/2025).

DBR menuturkan, Sekolah Rakyat merupakan salah satu program untuk menghadirkan inklusivitas pendidikan yang bermutu dan bisa diakses anak-anak dari keluarga tidak mampu atau masuk kategori miskin.

Kehadiran Sekolah Rakyat diharapkan bisa menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kabupaten Wajo yang juga menjadi salah satu janji politik pasangan Andi Rosman-Baso Rahmanuddin pada masa Pilkada 2024. (*/adp)