KABARWAJO.ID – Sebanyak tiga jemaah haji asal Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, dilaporkan meninggal dunia pada rangkaian prosesi pelaksanaan ibadah haji 1447 Hijriah.
Data yang dihimpun KABARWAJO.ID, ketiga jemaah tersebut masing-masing Pinta bin Abdul Latif (51) yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 8. Almarhum meninggal pada Selasa (19/5) karena Cardiogenic Shock (Syok Kardiogenik).
Cardiogenic Shock merupakan salah satu kondisi darurat medis yang disebabkan ketidakmampuan jantung untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Syok kardiogenik merupakan kondisi yang berbahaya dan perlu mendapatkan penanganan secepatnya.
Jemaah haji asal Kabupaten Wajo lainnya yang wafat di Makkah yakni Mahani binti Pangewa (85) yang tergabung dalam Kloter 18 Makassar. Almarhumah wafat pada Selasa (19/5) yang disebabkan septic shock atau kondisi terjadi penurunan tekanan darah yang sangat drastis akibat infeksi berat yang telah menyebar ke seluruh tubuh.
Selanjutnya, jemaah haji asal Wajo yang wafat di tanah suci yakni Lau Bade Maperreng (66) dipicu kondisi medis Cardiogenic Shock.
Menurut Kepala Kementerian Haji dan Umrah Sulawesi Selatan, Ikbal Ismail, jemaah haji melalui Embarkasi Makassar yang wafat di Makkah didominasi jemaah asal Sulawesi Selatan.
“Up date per tanggal 23 Mei, jumlah jemaah (Embarkasi Makassar) wafat di Tanah Suci sebanyak 8 orang,” sebut Ikbal Ismail.



