“Transformasi yang kami jalankan sejak 2019 telah membawa hasil signifikan, termasuk pencapaian laba bersih tertinggi sepanjang sejarah dan rasio RBC sebesar 359,66% di akhir 2024. Kami terus melangkah dengan semangat integritas, inovasi, dan keberlanjutan,”
– Direktur Utama Pertalife Insurance, Hanindio W Hadi
Di tengah derasnya arus transformasi teknologi dan kemunculan kecerdasan buatan (artificial intelligence, biasa disingkat AI), digitalisasi bukan lagi sekadar pilihan. Akan tetapi, merupakan kebutuhan mutlak di berbagai bidang, termasuk dalam memberikan literasi asuransi ke masyarakat.
Membangun literasi asuransi kini tidak cukup dilakukan secara konvensional. Platform digital telah menjelma menjadi sarana efektif meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya proteksi diri dalam bentuk asuransi jiwa, perlindungan kesehatan dan dana pensiun, manfaat jangka panjang, serta berbagai pilihan produk asuransi yang sesuai dengan kebutuhan.
Melek asuransi di era digitalisasi juga tak sekadar menyasar masyarakat umum. Generasi milenial dan Gen Z yang hidup di era penuh ketidakpastian membutuhkan edukasi tentang pentingnya proteksi diri di masa tua, perlindungan kesehatan maupun persiapan dana pensiun untuk tetap menjaga masa depan dan merayakan kehidupan di masa-masa mendatang.
Mengulik plife.pertalife.com, beragam produk asuransi Pertalife Insurance yang cocok untuk semua kalangan. Di antaranya asuransi individu meliputi Eka Warsa yang merupakan produk perlindungan jika tertanggung meninggal dunia, dan PA Medicard yang memberikan manfaat perlindungan asuransi kecelakaan.
Ada pula asuransi kumpulan serta variasi produk dan layanan asuransi Pertalife Insurance lainnya, di antaranya:
- Group Personal Accident, yakni memberikan santunan apabila tertanggung meninggal dunia karena kecelakaan dengan masa asuransi yang dijamin selama satu tahun atau sesuai dengan calon pemegang polis.
- Group Managed Health Care, program layanan kesehatan yang diberikan kepada peserta secara komprehensif dan terstruktur meliputi rawat jalan dan perawatan gigi, rawat inap, serta manfaat pelengkap lainnya.
- Severance Program, produk yang fleksibel di mana pemegang polis dapat menentukan besar premi yang akan dibayar sehingga mendapat manfaat sesuai dengan premi yang dibayar.
- Powerlink, program asuransi berbasis investasi yang tidak hanya memberikan manfaat investasi bagi peserta tetapi juga memberikan perlindungan asuransi jiwa.
- PPIP, produk investasi dan perlindungan jiwa yang dirancang untuk membantu Anda dan keluarga dalam merencanakan masa depan yang lebih baik.
- PPUKP, produk tabungan atau investasi dengan perlindungan jiwa yang disebabkan kematian karena sebab apapun.
Menjangkau pasar baru, generasi muda, dan meningkatkan literasi asuransi di tengah masyarakat tentu tak bisa lagi dilakukan sebatas cara-cara lama dan konvensional. Diperlukan pola promosi dan pemasaran yang lebih adaptif, komunikatif, dan sesuai dengan karakter digital generasi milenial dan Gen Z.
Kehadiran MyPertalife Super Apps sekaligus menjadi perwujudan transformasi digital yang dilakukan Pertalife Insurance untuk terus relevan dan inklusif di usianya yang menginjak empat dekade.

Koperasi Masuk Desa, Asuransi Juga
Memasuki usia ke-40 tahun, Pertalife Insurance dihadapkan pada tantangan yang lebih luas: memperluas jangkauan layanan asuransi ke sektor koperasi dan wilayah pedesaan. Ini menjadi langkah strategis untuk menghadirkan perlindungan yang lebih merata, tidak hanya terbatas pada masyarakat perkotaan atau kalangan menengah ke atas.
Tak dipungkiri, industri asuransi di Indonesia pada umumnya cenderung terkonsentrasi di kota-kota besar, dengan produk dan layanan yang belum sepenuhnya menjangkau lapisan masyarakat akar rumput. Padahal, kebutuhan akan perlindungan finansial juga sangat relevan dan penting bagi masyarakat desa, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), hingga anggota koperasi.
“Produk-produk asuransi Pertalife Insurance bisa disesuaikan dengan kebutuhan koperasi di desa, mulai dari perlindungan kesehatan untuk pengurus, sampai proteksi terhadap risiko hasil panen bagi petani. Pertalife Insurance harus masuk ke sana turut layani masyarakat desa, bukan hanya fokus kota saja,” ungkap Wakil Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, di momen perayaan 40 tahun Pertalife Insurance di Jakarta.
Dorongan Pertalife Insurance untuk memperluas jangkauan layanan hingga ke desa-desa, tentu bukanlah tanpa alasan. Kesadaran masyarakat desa terhadap risiko dan pentingnya perlindungan finansial dan kesehatan menjadi sinyal positif bagi tumbuhnya kebutuhan akan layanan asuransi yang inklusif dan relevan.
Masyarakat pedesaan juga dihadapkan pada risiko-risiko kehidupan dan kebutuhan proteksi, termasuk asuransi jiwa dan asuransi kecelakaan untuk melindungi diri dan keluarga, asuransi gagal panen bagi petani, hingga asuransi ternak yang memberi jaminan keamanan bagi para peternak dalam menjaga sumber penghasilan mereka.
Koperasi masuk desa, asuransi pun bisa menjadi pilihan. Apalagi, pemerintah telah mendorong sinergi multipihak untuk menghidupkan Koperasi Merah Putih di seluruh desa dan kelurahan se-Indonesia. Dengan Pertalife Insurance merambah pedesaan, sekaligus meningkatkan literasi keuangan, memperluas inklusi, serta memberikan jaring pengaman bagi masyarakat dan anggota koperasi di berbagai daerah.
Dengan sejumlah strategi tersebut, ditandai dengan transformasi digital hingga program proteksi desa, akan semakin mengokohkan posisi Pertalife Insurance. Seperti yang disampaikan Ratih Triutami Wijayanti selaku Head of Corporate Communication Pertalife Insurance di momen perayaan 40 tahun perjalanan Pertalife Insurance.
“Perayaan ini merupakan titik tolak untuk memperkuat nilai keberlanjutan yang menjadi fondasi perusahaan. MyPertaLife dan PLife Shield kami rancang bukan sekadar sebagai produk, tetapi bagian dari ekosistem yang inklusif, sehat, dan adaptif terhadap kebutuhan masa depan,” pungkasnya.
#PertalifeInsurance #AsuransiJiwa #DanaPensiun
(Sapriadi)




Tinggalkan Balasan