WA Channel

JAKARTA – Jurnalis sekaligus Founder KABARWAJO.ID, Sapriadi atau lebih dikenal dengan nama pena Adi Pallawalino, kembali mencatatkan prestasi di ajang kepenulisan.

Kali ini, karya tulis berjudul “76 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia-Tiongkok: Budaya Menyatu, Hubungan Dagang dan Investasi Melaju, Songsong Ekonomi Hijau” terpilih sebagai salah satu dari 16 tulisan terbaik yang akan dimuat di dalam Buku Antologi Sayembara Menulis 2026 PPIT.

Sayembara Menulis 2026 itu diselenggarakan Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Tiongkok (PPIT) dalam rangka merayakan 76 tahun hubungan diplomatik kedua negara. Tercatat sebanyak 727 karya tulis yang masuk dari seluruh nusantara dengan cerita-cerita luar biasa tentang 76 tahun persahabatan Indonesia-Tiongkok.

Penjurian menghadirkan para expert dari berbagai bidang, di antaranya Kedutaan Besar Republik Indonesia di Beijing, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, serta akademisi.

“Selamat kepada seluruh pemenang atas karya yang luar biasa. Juara 1, Juara 2, Juara 3, Juara Favorit, hingga karya-karya yang terpilih masuk ke dalam buku antologi. Seluruh karya telah melalui proses penjurian dan penilaian sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan,” bunyi pernyataan tertulis PPIT, Kamis (16/7).

Pengumuman pemenang Sayembara Menulis 2026 melalui email.

Selain mendapatkan hadiah uang tunai, para pemenang terpilih mendapatkan E-sertifikat serta satu eksemplar buku antologi. Khusus untuk dua pemenang utama, memenangkan perjalanan ke Beijing selama 5 hari 4 malam pada bulan Agustus 2026.

Sayembara Menulis 2026 PPIT itu bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri RI, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Beijing, dan Indonesia-China Partnership Institute (ICPI). PPIT adalah perhimpunan yang meningkatkan hubungan dan kerja sama masyarakat Indonesia dan Tiongkok di bidang sosial budaya, pendidikan dan ekonomi untuk kemajuan bangsa kedua negara.

Selaku Ketua Umum Duta Besar Dr (Honoris Causa) Al Busyra Basnur. Dia seorang diplomat senior Indonesia yang dikenal luas karena kontribusinya dalam memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan negara-negara di kawasan Afrika.

Ketua Umum Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Tiongkok (PPIT), Al Busyra Basnur. Foto: Dokumentasi Basnur Academy

Sebelum meniti karier sebagai pejabat diplomatik, Al Busyra Basnur memulai langkah profesionalnya sebagai seorang wartawan dan penulis. Pernah menjadi Duta Besar RI untuk Etiopia (2019–2025), Sekretaris Ditjen Informasi dan Diplomasi Publik, dan Konsul Jenderal RI di Houston (2010–2013).

Kini mengisi waktu dengan mendirikan Basnur Academy yang merupakan lembaga yang bergerak di bidang pengembangan kualitas sumber daya manusia melalui penyelenggaraan program di bidang pendidikan, ekonomi, sosial-budaya, serta isu-isu strategis domestik dan global dalam rangka memajukan pembangunan nasional dan internasional. (nas/red)