Sengkang, KABARWAJO.id – Calon Bupati Wajo nomor urut 2, Amran Mahmud, mempertanyakan terkait visi Wajo Maradeka yang digaungkan pasangan Andi Rosman-dr Baso Rahmanuddin (AR-Rahman) pada sesi debat publik kedua Cabup-Cawabup Wajo di Hotel Sallo, Sengkang, Selasa (12/11).
Dalam sesi tanya jawab antarpaslon, Amran Mahmud meminta penjelasan terkait karakter kepemimpinan mandiri yang menjadi visi pasangan AR-Rahman.
Amran Mahmud mengatakan kewenangan pemerintah daerah tidak bisa lepas dari koordinasi pemerintah pusat dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Menanggapi pertanyaan tersebut, Calon Bupati Wajo nomor urut 1 Andi Rosman mengatakan bahwa istilah Maradeka merupakan bagian dari visi dan misi pasangan AR-Rahman.
Yakni mewujudkan Kabupaten Wajo yang maju, religius, bermartabat, terdepan, dan berkeadilan.
Sementara Cawabup Wajo nomor urut 1 dr Baso Rahmanuddin (DBR) menekankan, istilah Maradeka bukan berarti di luar bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
DBR menjelaskan, istilah Maradeka sebagai wujud keinginan paslon AR-Rahman untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan yang baik dan benar serta tidak diintervensi oleh pihak di luar pemerintahan.
“Maradeka bukan berarti di luar bingkai NKRI, itu kesalahan persepsi (paslon Pammase). Tentu kita ingin menghadirkan tata kelola pemerintahan yang baik dan benar, bermartabat, berdikari, dikelola secara independen dan tidak diintervensi oleh siapa pun,” jelas DBR.
Dia meyakini, dengan latar belakang keduanya sebagai mantan birokrat, DBR optimistis bisa menghadirkan tata kelola pemerintahan yang lebih baik dari pemerintah sebelumnya dan tanpa intervensi pihak-pihak di luar pemerintahan.
“Artinya di sini, jelas ada kewenangan pemerintah daerah untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan,” timpal Andi Rosman. []




Tinggalkan Balasan