Sengkang, KABARWAJO.id – Anggota DPRD Wajo dari Fraksi Partai Gerindra, Mustafa, menyesalkan klaim sepihak Amran Mahmud terkait pembangunan Pasar Tempe.
Diketahui, dalam kampanye dialogis di Desa Tosora, Kecamatan Majauleng, pada Selasa (5/11), Amran Mahmud menyatakan pembangunan Pasar Tempe merupakan hasil kerja kerasnya selama menjabat sebagai Bupati Wajo.
“Pasar Tempe yang kini sedang dinikmati masyarakat adalah hasil perjuangan saya saat menjadi bupati. Semua proses perencanaan dan penganggarannya sudah lama kami rancang dan perjuangkan untuk kepentingan masyarakat Wajo. Tidak ada hubungan dengan inisial atau pihak lain yang berusaha mengklaim,” kata Amran Mahmud seperti dilansir Tim Media Pammase.
“Kami berharap masyarakat memahami fakta ini dan tidak mudah terpengaruh oleh klaim pihak lain,” sambung dia.
Menanggapi hal itu, Mustafa menuturkan, bahwa tak ada seorang pun yang bisa mengeklaim keberhasilan pembangunan di sektor perekonomian masyarakat tersebut.
“Apabila ada seseorang yang melakukan klaim terhadap pembangunan pasar tersebut, berarti hanya menitipkan kepentingan politik dalam statement-nya,” ujar Mustafa kepada wartawan, Rabu (6/11).
Dia menambahkan, pembangunan Pasar Tempe merupakan hasil kontribusi dan perjuangan anak bangsa dan daerah.
“Pemda, DPRD Wajo, dan Balai PUPR serta wakil-wakil kita di Komisi V DPR RI, mereka semua lah yang bersinergi membangun pasar tersebut,” lanjut Mustafa.
Politisi Partai Gerindra ini menceritakan, awal munculnya ide pembangunan kembali Pasar Tempe usai terbakar pada Agustus 2019.
Saat itu, Komisi III DPRD Wajo beberapa kali menggelar rapat dengan Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Sulawesi Selatan serta berkonsultasi dengan Komisi V DPR RI.
“Artinya, tidak ada kata kalau bukan saya (ego politik). Tapi semua (pihak) berkontribusi, termasuk masyarakat Tempe yang turut membantu kelancaran pembangunan (pasar) tersebut,” ujar Mustafa.

Tantang Amran Mahmud Debat Terbuka
Sementara itu, Sekretaris DPC PPP Kabupaten Wajo Asriadin Masse menilai, klaim sepihak atas pembangunan Pasar Tempe oleh Amran Mahmud merupakan bentuk ketidakmampuannya bekerja saat menjabat sebagai Bupati Wajo.
“Kalau berani, silakan terima tantangan Ketua DPC PPP Sufriadi Arif untuk debat di hadapan masyarakat. Pak Sufriadi Arif akan menceritakan alur dan memperlihatkan bukti-bukti terkait kronologi pembangunan Pasar Tempe,” kata Asriadin.
Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPC PPP Kabupaten Wajo, Muhammad Yunus Mappaluppe, turut menyayangkan pernyataan Amran Mahmud yang mengeklaim secara sepihak pembangunan Pasar Tempe tanpa kontribusi pihak lain.
“Tanda-tanda orang munafik ada tiga, yaitu ketika berbicara ia dusta, ketika berjanji ia ingkar, dan ketika diberi amanat dia berkhianat,” sebut Yunus.
Sekadar diketahui, pembangunan Pasar Tempe oleh Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Sarana Permukiman Wilayah (BPPW) Sulsel.
Diawali dengan tahap perencanaan pada tahun anggaran 2020 dan diselesaikan secara multi years contract (kontrak tahun jamak) pada tahun anggaran 2022 – 2023.
Pembangunan pasar ini usai terbakar pada Agustus 2019. Setelah rampung, pengelolaannya diserahterimakan secara sementara kepada Pemerintah Kabupaten Wajo pada September 2023 lalu.
Selanjutnya, peresmian Pasar Tempe dilakukan oleh Presiden Joko Widodo bersamaan dengan peresmian Bendungan Pamukkulu Kabupaten Takalar yang dilakukan secara hybrid, pada Jumat (5/7/2024).
Dalam peresmian itu, Jokowi didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Penjabat Gubernur Sulsel Zudan Arif Fakrulloh, Anggota DPR RI Andi Iwan Darmawan Aras (AIA), dan Pj Bupati Takalar Setiawan Aswad. []




Tinggalkan Balasan