WA Channel

Sengkang, KABARWAJO.id – Sejumlah wilayah di Kabupaten Wajo mulai mengalami krisis air bersih imbas fenomena El Nino yang terjadi sejak akhir Juli 2023.

Selain itu, fenomena El Nino ini juga menyebabkan ratusan hingga ribuan hektare lahan persawahan mengalami puso atau gagal panen. Menghadapi hal itu, Pemerintah Kabupaten Wajo kini ditetapkan dalam status tanggap darurat bencana kekeringan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wajo Syamsul Bahri mengatakan, beberapa desa dan kelurahan saat ini mengalami krisis air bersih.

Selain itu, ratusan hingga ribuan hektare lahan persawahan mengalami kekeringan dan terancam puso atau gagal panen.

“Saat ini kami melakukan mitigasi dampak fenomena El Nino ini dan bersama instansi terkait terus berkoordinasi dalam mengantisipasi semakin meluasnya dampak El Nino ini,” kata Syamsul Bahri, Jumat (15/9/2023).

Sejumlah langkah dilakukan, di antaranya mempersiapkan posko tanggap darurat, melakukan identifikasi daerah terdampak, serta bersama dengan pihak Perumda Tirta Danau Tempe menyuplai air bersih ke daerah terdampak.

Syamsul Bahri menyebut, kegiatan itu dilakukan sebagai tindak lanjut penetapan Kabupaten Wajo dalam status tanggap darurat bencana kekeringan sekaligus sebagai langkah awal mengantisipasi kekeringan.

“Berdasarkan petunjuk Bupati, kami diminta untuk menyiapkan gentong air pada daerah terdampak agar masyarakat dapat menikmati air yang disuplai Perumda Tirta Danau Tempe,” pungkas dia. []