KABARWAJO.ID – Kepergian Asri Wijaya yang mayatnya ditemukan mengapung di aliran Sungai Walennae, Pompanua, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, pada Minggu (9/3) menyisakan duka mendalam bagi pihak keluarga.
Kepada Kapolsek Tempe AKP Candra Said Nur, Woro yang merupakan ayah kandung Asri Wijaya menuturkan, almarhum meninggalkan seorang istri dan bayinya yang masih berusia tiga bulan.
“Bapak kandungnya berharap agar ada permohonan maaf dari pihak Sat Narkoba Polres Wajo, dan sekaligus mengharap ada santunan untuk anak almarhum yang baru berumur 3 bulan bersama dengan istri almarhum,” kata Candra yang menemui keluarga korban di rumah duka di Jalan Bajo, Kelurahan Sitampae, Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo, pada Minggu sore.
Dia menuturkan, pihaknya berusaha menenangkan rumpun keluarga korban untuk tidak memperpanjang masalah tersebut.
Asri Wijaya ditemukan mengapung di aliran Sungai Walennae setelah diduga nekat melompat dari Jembatan Tampangeng pada Jumat (7/3) malam sekitar pukul 23.55 WITA.
Sementara sumber KABARWAJO.ID menyebutkan, Asri Wijaya diduga panik saat personel Satres Narkoba Polres Wajo menangkap salah seorang pelaku penyalahgunaan narkoba di sekitar Jembatan Tampangeng.
Korban diduga terpeleset hingga jatuh ke sungai dan ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia pada Minggu. []




Tinggalkan Balasan