KABARWAJO.id – Komandan Kodim 1406/Wajo Letkol Inf Wahyu Yunus membawakan materi Bela Negara dan Wawasan Kebangsaan kepada 535 mahasiswa baru Universitas Puangrimaggalatung, Selasa (29/8/2023).
Pada kesempatan itu, Dandim menyampaikan bahwa mahasiswa merupakan calon pemimpin bangsa di masa mendatang.
Untuk itu, lanjut Wahyu, mahasiswa saat ini harus terus berusaha menjadi generasi yang maju dan unggul serta menguasai Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK).
“Jangan ikut-ikutan dengan ajaran yang tidak sesuai aturan sehingga dapat merugikan diri sendiri dan dapat memecah persatuan dan kesatuan. Jangan apatis, akan tetapi berbuat yang terbaik demi kemajuan negara kita karena generasi muda khususnya mahasiswa itu merupakan penentu masa depan suatu bangsa,” pesannya.
Wahyu menambahkan, perang saat ini tidak hanya dalam militer, tetapi meliputi ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, psikologi, hingga teknologi informasi.
“Salah satu ancaman saat ini adalah Proxy War, yakni perang terselubung di mana salah satu pihak menggunakan orang lain atau pihak ketiga untuk melawan musuh,” sebutnya.
Kepada ratusan mahasiswa, Dandim Wajo menyatakan bela negara merupakan hal yang cukup penting dalam membentuk rasa nasionalisme.
“Tantangan yang dihadapi sekarang di berbagai dunia yakni krisis ketahan pangan dan air, kelangkaan energi, kelangkaan yang berpotensi mengakibatkan perang dan konflik, serta tantangan geopolitik dan keamanan di belahan dunia,” ungkapnya.
“Diharapkan kepada adik- adik semua untuk tetap meningkatkan rasa nasionalisme dan cinta akan tanah air. Bela negara pada zaman dahulu melawan penjajah yakni berjuang untuk merdeka, tetapi berbeda dengan sekarang harus adaptif, kompetitif, dan sinergis,” tandasnya.
Pengenalan kehidupan kampus kepada mahasiswa baru Universitas Puangrimaggalatung ini dihadiri Rektor Uniprima Prof Imran Ismail, Wakil Rektor Dr Upe Abbas, para dosen, serta mahasiswa baru Uniprima. []




Tinggalkan Balasan