Categories: Hukum dan Kriminal

Bekuk Kurir Andalan Ko Erwin, Bareskrim Polri Buru Jaringan Peredaran Narkoba di Tanah Air

JAKARTA – Sepak terjang jaringan narkotika yang dikendalikan oleh bandar Erwin Iskandar alias Ko Erwin perlahan mulai dilumpuhkan. Tim Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri berhasil menangkap seorang pria bernama Patrisius, yang diduga kuat berperan sebagai kurir andalan dalam sindikat gelap tersebut.

Penangkapan ini berlangsung di sebuah rumah kontrakan yang berlokasi di kawasan Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, pada Rabu (25/3/2026). Keberhasilan operasi ini merupakan hasil dari serangkaian penyelidikan, pengumpulan informasi, serta analisis data mendalam yang dilakukan oleh penyidik terkait pola pergerakan jaringan Ko Erwin.

Direktur Tindak Pidana Narkoba (Dirtipidnarkoba) Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso, mengungkapkan bahwa tim khusus langsung bergerak melakukan pengejaran setelah mengantongi identitas dan melacak lokasi persembunyian target.

“Subdit IV Dittipidnarkoba Polri yang dipimpin Kompol Reza Pahlevi berhasil mengamankan saudara Patrisius di sebuah rumah kontrakan,” tegas Brigjen Eko Hadi Santoso dalam keterangannya, Kamis (26/3).

Usai diamankan tanpa perlawanan, Patrisius langsung digelandang ke Markas Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri untuk menjalani proses pemeriksaan intensif.

Dari hasil interogasi awal, kedok Patrisius akhirnya terbongkar secara gamblang. Ia mengakui telah berulang kali bertindak sebagai kurir sabu-sabu di bawah komando Ko Erwin sepanjang periode tahun 2024 hingga 2025.

Salah satu aksi terbesarnya terjadi pada bulan November 2025. Saat itu, Patrisius mengambil paket sabu seberat kurang lebih 1 kilogram di sebuah kamar hotel di kawasan Harmoni, Jakarta Pusat. Barang haram bernilai tinggi tersebut kemudian diselundupkan dan dikirim menuju wilayah Bima melalui jalur darat menggunakan bus penumpang.

Sindikat ini terbilang sangat berhati-hati dalam melancarkan aksinya guna memutus mata rantai jaringan. Modus operandi yang digunakan adalah dengan menyimpan paket sabu di dalam kamar hotel, sementara kunci kamar tersebut hanya dititipkan kepada resepsionis hotel. Nantinya, kunci itu akan diambil oleh pihak lain yang tidak saling kenal untuk mengambil barang bawaan di dalam kamar.

Atas jasa pengiriman barang haram tersebut, Patrisius mengaku menerima bayaran sebesar Rp 20 juta yang langsung ditransfer ke rekening pribadinya.

Saat ini, pihak penyidik Bareskrim Polri masih terus mendalami peran tersangka Patrisius dan melakukan pengembangan kasus secara komprehensif guna memburu serta memberangus jaringan Ko Erwin lainnya yang diduga masih terlibat dalam peredaran narkoba di Tanah Air.

[Divisi Humas Polri]

Redaksi Kabarwajo

Recent Posts

Jelang Porprov Sulsel 2026, Kepala BKAD Sulsel Tinjau Kesiapan Venue di Bone

Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Provinsi Sulawesi Selatan Reza Faisal Saleh melakukan kunjungan…

4 jam ago

Mantan Penjabat Bupati Wajo Andi Bataralifu Jabat Sekretaris Inspektorat Jenderal Kemendagri

Mantan Penjabat Bupati Wajo Andi Bataralifu mengemban tugas baru di lingkup Kementerian Dalam Negeri.

3 hari ago

Badan Komunikasi Diminta Sampaikan Masukan dan Kritikan Masyarakat ke Presiden

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memanggil Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Syahganda Nainggolan dan Wakil…

4 hari ago

Pergantian Kepala Badan Komunikasi RI, DIR Ungkap Hasil Analisis di Media Mainstream dan Media Sosial

Pergantian Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) dari M Qodari kepada Syahganda Nainggolan pada Jumat (2/10)…

4 hari ago

“Gaspol” Usai Dilantik: Kapolri Suyudi Rombak Total Kapolda di Jawa, Ganti Empat Kapolda di Sulawesi

Sehari setelah dilantik sebagai Kepala Kepolisian RI pada Kamis (1/10) oleh Presiden Prabowo Subianto, Jenderal…

4 hari ago

Wagub Dorong Perbankan Dekatkan Pelayanan ke Masyarakat, Literasi Keuangan Sulsel di Angka 61 Persen

Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dalam hal akses layanan…

4 hari ago