WA Channel

Makassar, KABARWAJO.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca 7 harian untuk wilayah Provinsi Sulawesi Selatan, 18-24 Maret 2025.

Disebutkan, sejumlah wilayah berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dan disertai petir serta angin kencang.

“Karena wilayah Sulawesi Selatan bagian utara, seperti Toraja, Luwu, Enrekang, dan Bone, termasuk wilayah Timur Tenggara, saat ini memasuki puncak musim hujan pada bulan Maret dan April. Di wilayah utara, dikhawatirkan terjadi banjir bandang dan longsor, yang juga terdapat jalur mudik,” kata Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, saat audiensi dengan Sekda Provinsi Sulsel, Jufri Rahman, Minggu (16/3).

“Wilayah Tenggara rawan banjir, bahkan mungkin banjir rob. Oleh karena itu, penting untuk berkoordinasi dalam mengamankan dan mengelola risiko, misalnya dengan rekayasa lalu lintas buka tutup. Jika ada peringatan dini BMKG di zona rawan longsor, mungkin sementara waktu tidak ada kendaraan yang melintas, karena peringatan dini tersebut biasanya berlaku hingga 3 jam,” sambung dia.

Untuk penerbangan, Dwikorita menjelaskan bahwa 6 jam sebelum pilot atau maskapai penerbangan melakukan penerbangan, mereka sudah mendapatkan prakiraan cuaca di sepanjang jalur penerbangan. Dengan demikian, maskapai sudah dapat merencanakan jalur penerbangan yang aman.

“Misalnya ada risiko erupsi gunung api, risiko turbulensi, semuanya dapat diketahui. Awan kumulonimbus juga bisa terdeteksi dan informasi ini selalu diperbarui, sehingga penerbangan dapat direncanakan dengan tepat dan aman,” jelas dia.

Wajo dan Sekitarnya Potensi Angin Kencang

Dari infografis yang didapatkan KABARWAJO.ID, wilayah Kabupaten Wajo, Bone, Sidrap, Parepare, hingga Pinrang berpotensi dilanda angin kencang.

Pantauan BMKG, potensi cuaca ekstrem tersebut dipicu aktifnya fenomena MJO dan gelombang Rosby Ekuator pada pertengahan dan akhir Maret 2025.

BMKG juga mengidentifikasi fenomena tersebut mampu meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah Sulsel, khususnya Sulsel bagian barat dan Sulsel bagian selatan.

“Siap siaga menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, pohon tumbang, dan tanah longsor,” bunyi peringatan BMKG Sulsel. []