KABARWAJO.id – Pernyataan calon Bupati Wajo Amran Mahmud yang mengatakan produksi padi Kabupaten Wajo merupakan yang tertinggi di Indonesia pada tahun 2022 dan mengalahkan Kabupaten Indramayu di Jawa Barat ternyata keliru.
Pernyataan itu disampaikan mantan Bupati Wajo periode 2019 – 2024 itu pada pada debat publik kedua paslon Pilkada Wajo di Hotel Sallo, Sengkang, Selasa (12/11).
Penelusuran tim Cek Fakta Kabar Wajo, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi padi gabah kering giling (GKG) di Kabupaten Indramayu pada tahun 2022 mencapai sekitar 1,499 juta ton sekaligus menjadikan kabupaten yang terletak di Provinsi Jawa Barat ini sebagai daerah lumbung pangan di Indonesia.
Produksi padi Kabupaten Indramayu pada tahun 2022 tersebut mengalami peningkatan dibandingkan pada 2021 yang mencapai 1,319 juta ton.
“Dengan hasil ini menjadikan Kabupaten Indramayu sebagai daerah yang produsen padi terbesar ke 1 di Tingkat Provinsi Jawa Barat bahkan nasional,” kata Kepala Bidang Tanaman Pangan pada Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (DTPH) Provinsi Jawa Barat, Yanti, pada Sabtu (11/3/2023).
Sementara data yang didapatkan Tim Kabar Wajo, produksi padi di Kabupaten Wajo merujuk data Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Wajo per 15 Desember 2022 mencapai 945 ribu ton, atau masih di bawah capaian Kabupaten Indramayu.
Diketahui, target produksi padi di Kabupaten Wajo pada tahun 2022 gagal mencapai target 1 juta ton karena sebagian lahan persawahan terkena serangan hama.
Sementara mengutip data BPS, produksi padi Kabupaten Wajo pada tahun 2022 sebanyak 797,93 ribu ton atau berada di peringkat kedua di bawah Kabupaten Bone yang mencatatkan produksi padi mencapai 915,98 ribu ton.

Referensi Cek Fakta:




Tinggalkan Balasan