WA Channel

Sengkang, KABARWAJO.ID – Sebanyak 163.197 warga Kabupaten Wajo di 14 kecamatan selesai pelayanan melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) hingga Senin (24/8/2026). Hal itu merujuk data Dinas Kesehatan Kabupaten Wajo.

Ini artinya, sebanyak 39,6 persen warga Kabupaten Wajo terlayani program Cek Kesehatan Gratis dengan asumsi total jumlah penduduk Kabupaten Wajo berdasarkan data BPS 2025 sekitar 412.100 jiwa. Program nasional yang digagas Presiden RI Prabowo Subianto ini diluncurkan sejak Februari 2025.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wajo drg Armin menyebutkan, program CKG sejalan dengan visi-misi Pemerintah Kabupaten Wajo, yakni “Sehat Maradeka”. Program ini fokus pada pembangunan di bidang kesehatan dengan cara meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang sehingga meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara luas.

“Dengan adanya program nasional Cek Kesehatan Gratis untuk semua umur, bisa dilakukan deteksi dini terhadap potensi penyakit dan ditindaklanjuti dengan pengobatan bagi mereka yang berisiko. Dengan demikian, pencegahan terhadap tingkat keparahan penyakit bisa ditangani lebih cepat,” ucap Armin.

“Jemput Bola” Pelayanan CKG

Koordinator CKG Puskesmas Salewangeng, Ernawati, mengatakan, setahun lebih setelah diluncurkan secara nasional pada Februari 2025, program tersebut mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Namun demikian, Ernawati tak menampik, kesadaran masyarakat untuk datang memeriksakan kesehatan masih kurang.

Dia menambahkan, selain pelayanan di puskesmas, pihaknya juga tetap melakukan upaya “jemput bola” dengan memberikan pelayanan CKG di luar puskesmas. Di antaranya, petugas CKG turun langsung ke posyandu, sekolah-sekolah, pondok pesantren, hingga hadir pada kegiatan-kegiatan publik yang melibatkan banyak peserta.

“Kami juga ke sekolah-sekolah, pasar-pasar tradisional, hingga bekerja sama dengan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) Pemkab Wajo untuk melaksanakan cek kesehatan gratis ke para pegawai,” imbuh Ernawati.

Dijelaskan, skrining awal peserta CKG dilakukan secara mandiri melalui aplikasi SATUSEHAT mobile serta melalui pendaftaran oleh petugas puskesmas setempat. Dari hasil pemeriksaan, mereka yang berisiko penyakit selanjutnya mendapatkan rujukan untuk berobat sesuai fasilitas kesehatan pada BPJS Kesehatan.

“Kadang ada yang datang nampak sehat, tapi dari hasil pemeriksaan CKG ternyata ada indikasi penyakit. Beberapa penyakit yang berlanjut dengan rujukan dan pengobatan yakni hipertensi, hiperkolesterol, dan diabetes,” ujar Ernawati yang juga pengelola Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Puskesmas Salewangeng.

Bupati Wajo Andi Rosman berharap program CKG tersebut bisa memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat Kabupaten Wajo. Dia menyebut, program itu berkaitan dengan visi-misi “Sehat Maradeka” yang dicanangkan bersama Wakil Bupati Wajo, Baso Rahmanuddin.

“Masyarakat yang sehat, juga akan meningkatkan produktivitas sosial dan ekonomi. Dari tubuh yang sehat, menghadirkan pikiran yang maradeka dalam berusaha dan bekerja,” pungkas Andi Rosman. (*/adi)