WA Channel

Balikpapan, KABARWAJO.ID – Insiden miringnya kapal feri KM Dharma Kartika IX rute Parepare-Balikpapan di Pelabuhan Semayang, Balikpapan, Kalimantan Timur, pada Selasa (27/1) pagi menyebabkan tiga korban meninggal dunia.

Mereka di antaranya Idham Rapi (52 tahun) asal Berau, serta dua warga Lingkungan Cenranae, Kelurahan Tancung, Kecamatan Tanasitolo, Kabupaten Wajo, masing-masing Nani (64) dan Nurlina (41).

Menurut salah seorang anggota keluarga, Sari Bulan, Nani dan Nurlina bersama rombongan keluarga lainnya berangkat dari Tanasitolo dengan naik kapal laut rute Parepare-Balikpapan untuk menghadiri acara keluarga di Tanah Grogot, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur.

“(Hendak menghadiri) syukuran pindah rumah keluarga di Grogot, ini baru pertama kali datang ke Balikpapan,” ungkap Sari Bulan di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Balikpapan, Selasa (27/1).

Diketahui, Nina dan Nurlina dimakamkan di kampung halamannya di Lingkungan Cenranae, Kelurahan Tancung, Kecamatan Tanasitolo, Rabu (28/1).

Sebelumnya diberitakan, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Balikpapan, Weku Frederik Karuntu, mengatakan KM Dharma Kartika IX rute Parepare-Balikpapan ini mulai miring ke kanan pada pukul 05.25 WITA, tepat saat proses pembukaan ramp door haluan untuk membongkar muatan truk di dek tiga (car deck 3).

“Kemiringan tersebut memicu truk lain roboh. Nahas, beberapa penumpang yang saat itu sedang mengecek barang bawaan di dek tidak menyadari adanya muatan yang roboh dan akhirnya tertimpa,” kata Weku dalam keterangan tertulisnya.

Dia menambahkan, Tim Marine Inspector sudah diterjunkan untuk memeriksa kelaikan KM Dharma Kartika IX. Menurut Weku, seluruh temuan di lapangan akan menjadi bahan penyidikan tim Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS). (*/tim)