Pasangan Andi Rosman dan dr Baso Rahmanuddin (AR-Rahman) pada debat publik pertama paslon Pilkada Wajo 2024.
Sengkang, KABARWAJO.id – Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Wajo nomor urut 1, Andi Rosman dan dr Baso Rahmanuddin (AR-Rahman), tampil lugas dan meyakinkan pada sesi debat publik pertama yang dilaksanakan di Hotel Sallo, Sengkang, Minggu (3/11).
Debat tersebut mengambil tema peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pelayanan publik yang aksesibel dan responsif dalam rangka memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan melibatkan tujuh panelis.
Saat menjawab pertanyaan panelis terkait reformasi birokrasi dan transformasi digital, Calon Bupati Wajo Andi Rosman mengatakan, salah satu visi pasangan AR-Rahman yakni dengan memperbaiki tata kelola pemerintahan dan salah satunya dengan meningkatkan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) Aparatur Sipil Negara (ASN).
“Salah satu visi AR-Rahman yakni menata kelola pemerintahan lebih baik, salah satunya dengan meningkatkan kesejahteraan pegawai, termasuk TPP,” kata Andi Rosman.
Sementara menjawab pertanyaan panelis soal kemiskinan yang disebabkan kurangnya lapangan kerja bagi kaum perempuan, Calon Wakil Bupati Wajo dr Baso Rahmanuddin (DBR) menegaskan perlu adanya kesetaraan gender dalam perekrutan angkatan kerja.
“AR-Rahman sudah menyusun program terkait penanggulangan kemiskinan daerah, salah satunya dengan program terpadu bersama sektor swasta. Kami juga akan membuka ruang bagi kaum perempuan untuk ikut dalam pengambilan kebijakan strategis, dan terlibat dalam subjek pembangunan,” urai DBR.
Sementara terkait pertanyaan panelis soal Anak Tidak Sekolah (ATS) dan rendahnya kesadaran masyarakat terkait pentingnya pendidikan, DBR menegaskan pasangan AR-Rahman telah menyusun program untuk menekan angka ATS di Wajo melalui program Manusia Maradeka.
“Jadi penguatan pendidikan ke depannya tidak hanya melalui pendidikan formal, akan tetapi memberikan penguatan terhadap pendidikan informal dan nonformal. Saya kira ini salah satu solusi terbaik untuk Wajo,” sebut DBR.
Dalam sesi tanya jawab antarpaslon, DBR mengingatkan pasangan Amran Mahmud-Amran SE tidak hanya menyebutkan secara kuantitas dan mengabaikan kualitas dan produktivitas UMKM yang ada di Kabupaten Wajo.
“Saya kira salah satu persoalan kita di Kabupaten Wajo, karena kita selalu berkutat di persoalan kuantitas. Padahal kuantitas itu juga perlu diuji, apakah betul sudah ada 10 ribu wirausaha, apakah betul sudah ada 10 ribu UMKM di Kabupaten Wajo,” kata DBR.
Dia menekankan, pengembangan UMKM juga harus memperhatikan kualitas dan produktivitas pada usaha-usaha kecil dan menengah tersebut.
“Data kita menunjukkan, UMKM ada peningkatan dari sisi kuantitas, dari segi jumlah, tapi dari sisi produktivitas luar biasa anjloknya UMKM kita di Kabupaten Wajo,” ucap DBR.
“Berarti ada persoalan, salah satunya mungkin pada bantuan permodalan. Kalau ada bantuan permodalan, mudah-mudahan tepat sasaran,” pungkasnya. []
Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Provinsi Sulawesi Selatan Reza Faisal Saleh melakukan kunjungan…
Mantan Penjabat Bupati Wajo Andi Bataralifu mengemban tugas baru di lingkup Kementerian Dalam Negeri.
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memanggil Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Syahganda Nainggolan dan Wakil…
Pergantian Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) dari M Qodari kepada Syahganda Nainggolan pada Jumat (2/10)…
Sehari setelah dilantik sebagai Kepala Kepolisian RI pada Kamis (1/10) oleh Presiden Prabowo Subianto, Jenderal…
Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dalam hal akses layanan…