MAMUJU – Menteri Agama Prof Nasaruddin Umar dianugerahi gelar adat dalam kunjungannya di Dusun Pasada, Desa Botteng, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Senin (21/9).
Penganugerahan gelar itu dilakukan langsung Tomakaka Botteng bersama perangkat adat melalui serangkaian prosesi adat. Menag dianugerahi gelar adat Tomakaka Mala’bi di sela-sela menghadiri peletakan batu pertama pembangunan Pondok Pesantren Al-Ikhlas Cabang Mamuju.
Rangkaian adat diawali dengan prosesi Dipaenda di Bassi, yang secara harfiah berarti menapaki atau menginjakkan kaki di atas besi.
Prosesi yang dipandu oleh Tomakaka Botteng beserta perangkat adat tersebut mengandung doa agar tamu kehormatan senantiasa terhindar dari marabahaya, rintangan, dan hal-hal buruk selama berada di wilayah adat Botteng. Besi menjadi simbol kekuatan, keteguhan, sekaligus benteng perlindungan.
Selanjutnya, dilaksanakan prosesi pemberian Sakke-Sakke. Prosesi ini juga dilakukan oleh perangkat adat Botteng sebagai simbol doa dan ikhtiar agar Menag Nasaruddin Umar senantiasa dianugerahi kesehatan lahir dan batin serta kesehatan selama menapakkan kaki dan beraktivitas di wilayah adat Botteng.
Prosesi adat tersebut memperlihatkan bagaimana nilai-nilai budaya lokal dapat berjalan beriringan dengan kehidupan keagamaan.
Kehadiran Menag dalam prosesi adat sekaligus peletakan batu pertama pembangunan pesantren menjadi ruang perjumpaan antara nilai agama, pendidikan, dan budaya lokal.
Pembangunan pesantren pun tidak hanya dimaknai sebagai pembangunan sarana pendidikan, tetapi juga sebagai ikhtiar menyiapkan generasi yang memiliki pemahaman keagamaan yang kuat, berkarakter, serta tetap menghargai akar budaya dan kearifan masyarakat setempat.
[Kanwil Kemenag Sulbar]



