WA Channel

KABARWAJO.id – Kemenangan Bupati Wajo Amran Mahmud bersama wakilnya Amran SE pada Pilkada Wajo 2018 lalu ternyata menjadi bahan disertasi salah seorang mahasiswa pascasarjana Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) pada tahun 2022.

Dari penelusuran Kabar Wajo, disertasi itu diajukan Tawakkal Baharuddin kepada Program Doktor Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Yogyakarta untuk memenuhi salah satu syarat guna memperoleh gelar Doktor Politik Islam.

Disertasi tersebut berjudul “Kontestasi Modal Sosial dalam Pemilihan Kepala Daerah: Studi Kemenangan Amran Mahmud atas Baso Rahmanuddin di Kabupaten Wajo Tahun 2018”

Beberapa poin penting dalam disertasi tersebut, di antaranya terkait kemenangan Amran Mahmud atas dr. Baso Rahmanuddin (DBR). Di antaranya dominasi modal sosial, pengalaman politik, kondisi potensial dalam kontestasi, dan kontribusi Amran sebagai calon wakil bupati.

Poin lainnya terkait distrust pada klan politik DBR, perpecahan dukungan pada internal keluarga, kontribusi Anwar Sadat kurang maksimal, serta rendahnya kontribusi koalisi partai politik DBR dalam menginisiasi dukungan suara.

Pada Pilkada Wajo 2018 lalu, Amran Mahmud bersama wakilnya Amran SE dengan akronim Pammase yang diusung PAN, PPP, PDIP, PKS, Demokrat, NasDem, dan PBB ini berhasil menang dengan perolehan suara 57,95 persen atau 130.035 suara.

Mereka unggul atas pasangan dr. Baso Rahmanuddin-Anwar Sadat yang diusung Golkar, PKB, Hanura, dan Gerindra. Pasangan berakronim Barakka ini memperoleh 94.340 suara atau 42,05 persen.

Jadikan Pembelajaran

Sebelumnya, DBR selaku Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Wajo resmi mengantongi surat tugas sebagai bakal calon kepala daerah dari Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto.

Penyerahan surat penugasan kepada bakal calon kepala daerah yang akan diusung Partai Golkar itu dilaksanakan di kantor DPP Golkar, Jalan Anggrek Neli Murni, Slipi, Jakarta Pusat, Selasa (21/11/2023).

Terkait surat penugasan dan sebagai calon tunggal Partai Golkar di Pilkada Wajo 2024, DBR mengaku bersyukur dan berterima kasih atas kepercayaan DPP Partai Golkar.

Menurutnya, penetapan nama-nama bakal calon kepala daerah yang diusung Partai Golkar melalui proses seleksi yang ketat dan dari hasil survei internal partai berlambang beringin itu.

“Sebuah harapan besar bagi saya untuk memantapkan hati dan keyakinan kembali berjuang dalam kontestasi demokrasi Pilkada Wajo 2024,” ungkap DBR.

Ia menyatakan, kekalahan di Pilkada Wajo sebelumnya menjadi pembelajaran sekaligus evaluasi dan analisis masalah untuk kembali berkontestasi di Pilkada Wajo 2024.

“Secara umum, kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk memenangkan Pilkada,” pungkasnya.