WA Channel

Balikpapan, KABARWAJO.ID – Insiden miringnya kapal feri KM Dharma Kartika IX rute Parepare-Balikpapan di Pelabuhan Semayang, Balikpapan, Kalimantan Timur, pada Selasa (27/1) pagi menyebabkan tiga korban meninggal dunia.

Mereka di antaranya Idham Rapi (52 tahun) asal Berau, serta dua warga Lingkungan Cenranae, Kelurahan Tancung, Kecamatan Tanasitolo, Kabupaten Wajo, masing-masing Nina (64) dan Nurlina (41).

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Balikpapan, Dody Setiawan mengatakan, Nina dan Nurlina yang masih kerabat tersebut ditemukan dalam kondisi tertimpa boks sayuran. Sedangkan satu korban lainnya, Idham Rapi, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dalam ruang kemudi setelah mobilnya ringsek tertindih beberapa truk bermuatan pasir dan sembako.

“Korban kedua yang teridentifikasi bernama Nurlina, warga Wajo, ditemukan dalam kondisi tertimpa boks sayuran. Lima menit kemudian, Nina yang juga merupakan warga asal Wajo ditemukan di titik yang sama dengan Nurlina,” ungkap Dody di Balikpapan.

Marine Inspector Periksa Kelaikan Kapal

Sementara itu, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Balikpapan, Weku Frederik Karuntu, mengatakan KM Dharma Kartika IX rute Parepare-Balikpapan ini mulai miring ke kanan pada pukul 05.25 WITA, tepat saat proses pembukaan ramp door haluan untuk membongkar muatan truk di dek tiga (car deck 3).

“Kemiringan tersebut memicu truk lain roboh. Nahas, beberapa penumpang yang saat itu sedang mengecek barang bawaan di dek tidak menyadari adanya muatan yang roboh dan akhirnya tertimpa,” kata Weku dalam keterangan tertulisnya.

Dia menambahkan, Tim Marine Inspector sudah diterjunkan untuk memeriksa kelaikan KM Dharma Kartika IX. Menurut Weku, seluruh temuan di lapangan akan menjadi bahan penyidikan tim Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS). (*/tim)