WA Channel

MAKASSAR – Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) yang akan dilaksanakan di Kabupaten Wajo pada Oktober 2025.

“Tentu kita bangga daerah ini menjadi tuan rumah, event ini bergengsi. Segala potensi dan sumber daya yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan ini akan kita kerahkan, termasuk sharing anggaran dengan Kemenag,” kata Andi Sudirman saat menerima kunjungan Kepala Kanwil Kemenag Sulsel, Senin (24/5).

Dalam kesempatan itu, ia juga meminta Sulsel dapat menjadi tuan rumah pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat nasional pada tahun 2026.

“Silakan dikoordinasikan dengan pusat pak Kanwil, dibuat surat rekomendasinya agar Sulsel dapat ditunjuk menjadi tuan rumah MTQ tingkat nasional tahun 2026,” lanjut ASS.

“Masjid dan klinik di Asrama Haji Sudiang, InsyaAllah akan kita bantu pembangunannya. Mungkin juga pondok pesantren dan madrasah yang ada di Sulsel bisa kita bantu. Silakan dilaporkan,” sambung dia.

Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Sulsel Ali Yafid menyampaikan penunjukan Pondok Pesantren As’adiyah Sengkang sebagai tuan rumah MQKN tahun 2025 berdasarkan Keputusan Menteri Agama Prof Nasaruddin Umar.

“Terima kasih telah berkenan menerima kami Pak Gub. Tentu kita semua bangga bahwa Sulsel ditunjuk sebagai tuan rumah MQK tingkat Nasional tahun 2025. KMA penunjukan As’adiyah Wajo selaku tuan rumah sudah terbit dan kami mohon dukungan pak Gub untuk pelaksanaannya,” papar Ali Yafid.

Kepala Bidang PD Pontren Muhammad Yunus menambahkan, tahapan pelaksanaan MQKN di Kabupaten Wajo diawali dengan pendaftaran peserta secara online pada April 2025.

“Pendaftaran peserta pada bulan April, sertelah itu akan ada tahapan kedua pada bulan September untuk melihat siapa yang terbaik yang akan lolos mengikuti lomba secara offline di Wajo pada bulan Oktober,” jelas Muh. Yunus.

Selain MQKN, lanjut mantan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Wajo ini, di As’adiyah juga akan digelar MQK tingkat Internasional pertama dengan peserta dari 12 negara.

Kepada pimpinan pondok pesantren, Muh Yunus berpesan agar mempersiapkan santrinya lebih awal serta melakukan pembinaan secara maksimal, intensif, dan berkesinambungan sehingga benar-benar telah siap secara fisik, mental, dan pengetahuan dalam mengikuti event ini.

“Kita tentu berharap Sulsel sukses sebagai tuan rumah, sebagai panita pelaksana, dan sukses prestasi. Mudah-mudahan kita bisa memperoleh juara lebih banyak dari sebelumnya,” pungkas Yunus. []