WA Channel

Sengkang, KABARWAJO.ID – Bupati Wajo Andi Rosman mengeluarkan surat edaran terkait penutupan sementara usaha karaoke dan rumah bernyanyi dalam rangka pelaksanaan Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) Nasional dan Internasional yang dilaksanakan di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, 1-7 Oktober 2025.

Dalam surat edaran bernomor 800.12/308/Disporapar, Andi Rosman meminta usaha karaoke dan rumah bernyanyi tidak melakukan kegiatan operasional selama pagelaran MQK 2025 di Kabupaten Wajo.

“Turut serta menciptakan Kabupaten Wajo sebagai tuan rumah Musabaqah Qiraatil Kutub Nasional VIII dan Internasional I yang meriah, sukses, dan berkesan,” ujar Bupati Wajo dalam edarannya.

Sebelumnya, Bupati Lembaga Swadaya Masyarakat Lumbung Informasi Rakyat (LSM LIRA) Wajo, Abrar Mattaliu, meminta Bupati Wajo Andi Rosman menunjukkan kepemimpinan yang tegas dalam menjaga keselarasan antara kegiatan keagamaan dan ketertiban umum.

“Penutupan Tempat Hiburan Malam atau THM, dapat menjadi salah satu langkah untuk menjaga kekhidmatan dan keseriusan suasana selama MQK berlangsung,” kata Abrar kepada KABARWAJO.ID, Sabtu (27/9).

“Hal ini juga sebagai upaya untuk menjaga kekhusyukan dan kesakralan acara keagamaan tersebut, serta untuk mempertahankan citra Wajo sebagai Kota Santri yang religius dan berakhlak mulia,” sambung dia.

Abrar menyebutkan, keberadaan THM di wilayah Kabupaten Wajo saat ini masih menjadi polemik terkait waktu jam operasional yang dianggap suatu pelanggaran.

Menurut dia, permintaan LSM LIRA terkait penertiban THM sebagai bentuk kepedulian terhadap terciptanya suasana yang kondusif dan khidmat selama berlangsungnya acara keagamaan.

“Penertiban rumah bernyanyi dan hiburan malam sangat penting demi menghormati peserta dari berbagai daerah dan negara yang sedang mengikuti Musabaqah Qiraatil Kutub,” ujar Abrar.

Dengan adanya penertiban THM, Abrar optimistis pelaksanaan MQK di Kabupaten Wajo yang diperkirakan akan diikuti oleh sekitar 3.400 delegasi dari seluruh provinsi di Indonesia serta negara-negara tetangga seperti Malaysia, Brunei, Thailand, dan Singapura berjalan lancar, tertib, dan penuh khidmat. []