KABARWAJO.ID – Film Jodoh 3 Bujang saat ini sementara tayang di bioskop. Film ini diangkat dari kisah nyata tentang pernikahan kembar di Makassar, sebuah tradisi ketika saudara kandung menikah secara bersamaan.
Cerita film berpusat pada tiga saudara, yakni Fadly, Kifly, dan Ahmad, yang diminta oleh orang tua mereka untuk menikah serentak. Kifly yang merupakan anak tengah, memulai langkah lebih dulu dengan melamar pacarnya, Karin yang diperankan Barbie Arzetta.
Sang bapak, Mustapa, lalu punya ide untuk pernikahan kembar bagi ketiga anak lelakinya. Dengan tabungan Rp 300 juta, Mustapa bertekad menanggung biaya pernikahan lengkap, termasuk uang panai ketiga bujangnya.
Anak sulung, Fadly, berpacaran dengan Nisa yang diperankan oleh Maizura. Nisa merupakan gadis asal Sengkang, Kabupaten Wajo, dan merupakan anak bungsu sekaligus satu-satunya perempuan di keluarganya.
Anak bungsu Mustapa, Ahmad berpacaran dengan Asha – diperankan Elsa Japasal- yang lahir dan besar di Jakarta tetapi berkuliah serta bekerja di Makassar.
Namun, rencana pernikahan kembar tiga itu buyar ketika orang tua Nisa tiba-tiba menjodohkan putrinya dengan pria yang lebih mapan. Fadly pun terdesak waktu dan harus segera mencari pasangan baru, atau pasrah dijodohkan oleh orang tuanya.
Dalam pencarian pasangan, Fadly mengalami berbagai peristiwa lucu dan unik, mulai dari mencoba aplikasi kencan, bertemu penjual jalangkote, kenalan dengan orang yang punya kebiasaan buang angin sembarangan, hingga bertemu perempuan yang jauh lebih tua darinya.
Di tengah keputusasaan, ia bertemu kembali dengan Rifa – diperankan Aisha Nurra Datau -, teman kuliahnya yang kini melanjutkan S2. Rifa berasal dari keluarga Bugis-Makassar yang moderat dan menjunjung tinggi pendidikan.
Film karya sutradara asal Makassar, Arfan Sabran, ini tak hanya menghadirkan komedi romantis, tetapi juga menyoroti betapa rumitnya menyatukan ambisi orang tua, cinta, dan tradisi dalam sebuah pernikahan kembar.
“Saat diminta di Akatara, kami membawa proyek dokumenter. Kami merekam bagaimana karakter tiga bujang yang juga namanya sama seperti di film, Fadly, Kifly, dan Ahmad dalam kenyataannya. Kemudian dari Starvision menawarkan untuk membuatnya menjadi film Bioskop. Pak Chand Parwez memberi support untuk saya menyutradarai film itu,” kata Arfan Sabran.
Produser film Jodoh 3 Bujang Chand Parwez Servia mengatakan, bahwa alur dalam film tersebut merupakan sebuah cerita yang mengusiknya sejak 2019.
“Ini adalah kisah nyata. Begitu melihat ceritanya, ini menarik sekali. Bukan saja karena nikah kembarnya yang menarik. Tapi juga ada muatan esensial yang perlu dibawa ke sinema Indonesia, bagaimana perjodohan dipertaruhkan sebagai nama baik keluarga, dan mempertanyakan esensi jodoh pilihan sekali seumur hidup,” tutup Chand Parwez. []




Tinggalkan Balasan