Sengkang, KABARWAJO.ID – Pendiri portal berita KABARWAJO.ID Sapriadi atau lebih akrab dengan nama pena Adi Pallawalino mengusulkan Pemerintah Kabupaten Wajo dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat mengadakan lomba karya jurnalistik.
Hal itu, kata dia, untuk menggali kreativitas wartawan yang bertugas di Kabupaten Wajo sekaligus wujud kontribusi pemerintah daerah dan DPRD dalam membangun ekosistem media yang sehat melalui program pembinaan, peningkatan kapasitas wartawan, penguatan kompetensi perusahaan pers, literasi media, serta pengembangan kemitraan profesional antara pemerintah daerah dan insan pers.
“Tentu banyak hal menarik terkait Kabupaten Wajo yang bisa dituangkan dalam bentuk karya tulis jurnalistik dan konten video kreatif. Melalui kegiatan ini, wartawan tertantang untuk menghasilkan karya yang berkualitas dan di sisi lain membantu Pemda dalam mengangkat potensi yang dimiliki daerah ini. Baik itu dari segi kebudayaan, pariwisata, hingga hal-hal menarik seputar Wajo,” ujar dia, Kamis (18/6).
Adi mencontohkan, pelaksanaan Festival Danau Tempe 2026 bisa dimeriahkan dengan lomba karya jurnalistik yang diperuntukkan bagi wartawan lokal di Wajo. Para peserta bisa mengulas terkait Festival Danau Tempe 2026 hingga potensi pariwisata dan budaya yang dimiliki daerah ini.
“Kalau ini dilaksanakan, tentu akan memberi eksposure pemberitaan yang beragam dan ide-ide menarik dari insan pers di Wajo,” sarannya.
Sebelumnya, pengganggaran kerja sama media di Dinas Kominfo Kabupaten Wajo menuai sorotan. Puluhan pekerja media yang tergabung dalam Forum Organisasi Media Daerah (Formada) Kabupaten Wajo menyuarakan aspirasi mereka di Gedung DPRD Wajo pada Senin (8/6).
Aspirasi para pekerja media tersebut diterima Anggota DPRD Kabupaten Wajo, yakni Mustafa, Fery Surachmat, dan Risman Lukman. Dalam pertemuan itu, para pekerja media meminta agar DPRD Kabupaten Wajo kembali mengalokasikan anggaran kerja sama publikasi dan diseminasi informasi melalui media massa secara proporsional, transparan, serta sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Hal lain yang menjadi sorotan yakni anggaran kerja sama media yang dinilai sangat minim. Formada mendorong DPRD dan Pemerintah Kabupaten Wajo untuk membangun ekosistem media yang sehat melalui program pembinaan, peningkatan kapasitas wartawan, penguatan kompetensi perusahaan pers, literasi media, serta pengembangan kemitraan profesional antara pemerintah daerah dan insan pers.
Anggota DPRD Kabupaten Wajo Fery Surachmat yang menerima aspirasi pekerja media tersebut menyatakan, pihaknya siap membantu memperjuangkan aspirasi insan pers sesuai kemampuan dan kewenangan yang dimiliki DPRD.
“Apa yang menjadi keluh kesah teman-teman media akan menjadi perhatian kami. DPRD Wajo akan membantu memperjuangkan apa yang diaspirasikan teman-teman hari ini,” kata Fery.
Dia mengakui, kondisi fiskal pemerintah daerah pada tahun 2025 hingga 2026 mengalami tekanan. Namun demikian, menurut Fery, keberadaan media sebagai mitra strategis pemerintah dan DPRD tetap perlu mendapatkan perhatian.
Anggota DPRD Wajo lainnya Risman Lukman menjelaskan, kebijakan penganggaran media melalui satu pintu sebelumnya dilakukan dengan tujuan pemerataan. Meski demikian, ia menilai masukan yang disampaikan Formada menjadi bahan penting bagi DPRD untuk dibahas bersama pemerintah daerah.
“Masukan hari ini menjadi entry point bagi kami untuk dibicarakan dengan pemerintah daerah. Pemerintah daerah harus memperhatikan bagaimana pers dapat terus tumbuh sebagai mitra strategis dan juga memperhatikan kesejahteraan insan pers,” ujar Risman.
Sebagai ketua penerima aspirasi, Mustafa menyimpulkan bahwa apa yang disampaikan Formada merupakan persoalan yang memiliki urgensi dan patut menjadi perhatian DPRD Kabupaten Wajo.
“Aspirasi ini akan kami sampaikan kepada pimpinan DPRD. Selanjutnya akan diteruskan ke komisi terkait agar dapat dicarikan solusi dengan mempertemukan unsur Pemerintah Daerah, DPRD Wajo, dan media,” tegasnya.
Dia berharap lewat pertamuan ini nantinya terbangunnya sinergi yang lebih baik antara pemerintah daerah, DPRD, dan media massa dalam mendukung pembangunan daerah serta keterbukaan informasi publik di Kabupaten Wajo. (*/nas)



