Menteri Agama RI, Prof Nasaruddin Umar.
KABARWAJO.ID – Para peserta Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) Nasional ke-8 dan MQK Internasional ke-1 di Macanang, Wajo, Sulawesi Selatan, disarankan berziarah ke makam Syekh Jamaluddin al-Akbar al-Husein di kompleks Masjid Tua Tosora.
Saran itu disampaikan Menteri Agama Nasaruddin Umar, dalam pembukaan MQK di Pesantren As’adiyah Macanang, Wajo, Sulsel, Kamis (2/10/2025). Menag mengingatkan pentingnya mengenang jasa para ulama besar.
Menag Nasaruddin Umar menegaskan bahwa dengan berziarah, para peserta MQK diharapkan bisa meneladani perjuangan dakwah para ulama sekaligus memperkuat spiritualitas dalam mengikuti rangkaian perlombaan.
“Ziarah ini bukan sekadar ritual. Akan tetapi juga bagian dari pendidikan ruhani. Kita mengenang para ulama yang berjasa menyebarkan Islam di Nusantara, khususnya di Wajo, agar kita bisa melanjutkan perjuangan mereka,” ujar Menag.
Bernilai Historis
Makam Syekh Jamaluddin al-Akbar yang berada di sisi sebelah barat Masjid Tua Tosora itu memiliki nilai historis yang tinggi. Berdasarkan catatan lontara, masjid ini didirikan pada masa pemerintahan Arung Matoa Wajo ke-15 hingga 17, Alindrungi, sekitar tahun 1621.
Dalam catatan tersebut, upacara selamatan pendirian masjid dihadiri sejumlah raja dari kerajaan besar di Sulawesi Selatan, antara lain Raja Gowa, Raja Tallo, Raja Soppeng, dan Raja Bone. Sebelum itu, sekitar tahun 1610, Islam mulai menjadi agama resmi Kerajaan Wajo.
“Arung Matoa Wajo ke-12, Sultan Abdurrahman, mengucapkan dua kalimat syahadat di hadapan Abdul Khatib Sulaiman Datuk Sulung dan Datuk Patimang. Peristiwa bersejarah itu terjadi pada 15 Safar 1019 H, bertepatan dengan 16 Mei 1610 M,” bunyi tulisan di samping papan nama masjid tua.
Masjid Tua Tosora dibangun di atas tanah berbukit dengan bentuk persegi panjang dan mihrab di sisi barat. Lokasi masjid berada di ketinggian 630,6 meter di atas permukaan laut dengan luas 1.231 m². Material pembangunannya menggunakan kapur, batuan bercampur fosil kerang, pasir, serta batu merah dengan perekat dari putih telur dan kapur berwarna cokelat kekuningan.
Syekh Jamaluddin al-Akbar al-Husein yang dimakamkan di kompleks ini dikenal sebagai salah satu ulama besar yang berperan penting dalam penyebaran Islam di Sulsel. Makam tokoh asal Samarkand, Uzbekistan ini berada di Cagar Budaya Masjid Tua Tosora yang berada di Kecamatan Majauleng, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan.
Perkuat Spiritualitas
H Abdul Aziz, salah seorang peziarah, mengaku tertarik untuk melaksanakan arahan Menag. Bersama istri dan koleganya di madrasah, ia menziarahi ulama penyiar agama Islam di Wajo itu untuk memperkuat semangat dan spiritualitas.
“Saya langsung laksanakan arahan Bapak Menag Anregurutta KH Nasaruddin Umar. Selain sebagai ASN, kami juga mengidolakan beliau yang kharismanya luar biasa,” ungkap Kepala Seksi Madrasah Kemenag Wajo ini.
Pantauan di lokasi, sejumlah peziarah tampak khusyuk berdoa di pusara Syekh Jamaluddin al-Akbar al-Husein. Rombongan dari Sulawesi Barat itu juga berziarah usai gelaran MQK di Pesantren As’adiyah Macanang, Wajo.
(Kemenag RI)
Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Provinsi Sulawesi Selatan Reza Faisal Saleh melakukan kunjungan…
Mantan Penjabat Bupati Wajo Andi Bataralifu mengemban tugas baru di lingkup Kementerian Dalam Negeri.
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memanggil Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Syahganda Nainggolan dan Wakil…
Pergantian Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) dari M Qodari kepada Syahganda Nainggolan pada Jumat (2/10)…
Sehari setelah dilantik sebagai Kepala Kepolisian RI pada Kamis (1/10) oleh Presiden Prabowo Subianto, Jenderal…
Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dalam hal akses layanan…