JAKARTA – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) mulai menggodok konsep dan format baru turnamen sepak bola pramusim Piala Presiden 2026.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menjanjikan format baru pada pelaksanaan Piala Presiden 2026 dengan mendorong partisipasi klub-klub lokal. Selain itu, Menteri Pemuda dan Olahraga ini juga menekankan kontribusi pemerintah daerah dalam membangun dan memajukan persepakbolaan di Indonesia.
“Kami ingin, juga mau, semua gubernur, bupati, harus berkontribusi ya, supaya sepak bola ini bisa terus bergelora. Tidak hanya tanggung jawab PSSI, Bapak Presiden, Pak Ara, tetapi gubernur, bupati, walikota, berkontribusi untuk nama besar daerahnya,” kata Erick Thohir kepada wartawan, usai seremoni Malam Penutupan Piala Presiden 2025 di Studio 8 SCTV Tower, Minggu (12/4) malam.
Erick juga mengapresiasi peran media yang telah berkontribusi atas kesuksesan perhelatan Piala Presiden 2025.
Sementara Ketua Steering Committee (SC) Piala Presiden 2025, Maruarar Sirait, mengatakan kesuksesan penyelenggaraan Piala Presiden 2025 tak lepas dari kontribusi semua pihak.
“Ini keberhasilan bersama sebuah tim yang bekerja keras selama beberapa bulan. Saya terima kasih kepada PSSI, Emtek, sponsor, dan rekan media yang mendukung Piala Presiden 2025 hingga berjalan dengan lancar dan sukses,” kata Ara.
Seremoni malam penutupan Piala Presiden 2025 juga dirangkaikan dengan pemberian hadiah kepada sejumlah media dengan total Rp210 juta. Untuk juara 1 masing-masing Rp15 juta, runner-up Rp10 juta, peringkat ketiga Rp7 juta, dan 2 pemenang harapan terbaik masing-masing Rp5 juta, yang terbagi dalam lima kategori.



