Replika Taj Mahal di kawasan wisata literasi budaya dunia NBS Syariah Telaga Biru Lempong. Foto: Istimewa
Hurre! NBS Telaga Biru Mein Maujood Taj Mahal (Hore! Replika Taj Mahal kini ada di NBS Telaga Biru)
KABARWAJO.id – Destinasi wisata Nur Milad Boarding School (NBS) Syariah Telaga Biru terus bersolek. Kawasan wisata dengan konsep literasi budaya dunia yang berada di Desa Lempong, Kecamatan Bola, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, menghadirkan replika bangunan yang baru.
Kali ini, kawasan wisata yang digagas Prof Wahyuddin Latunreng menghadirkan replika bangunan ikonik dunia yang terletak di India, Taj Mahal.
Diketahui, Taj Mahal yang dibangun pada masa Kaisar Mughal Shah Jahan itu dinobatkan sebagai situs warisan dunia oleh UNESCO.
“Alhamdulillah, sukses peresmian Taj Mahal kawasan wisata NBS Syariah Global Village Telaga Biru Lempong, 9 April 2024,” ungkap Prof Wahyuddin.
Dibangun di atas lahan seluas 6 hektare dengan latar belakang persawahan Desa Lempong, NBS Syariah Telaga Biru perlahan menjadi salah satu destinasi favorit di Kabupaten Wajo.
Di momen hari libur dan akhir pekan, ratusan pengunjung memilih menghabiskan waktunya di kawasan wisata berkonsep syariah dan literasi budaya dunia tersebut.
Tak sekadar menawarkan permandian kolam renang, kawasan wisata ini menghadirkan replika bangunan yang menjadi ikon beberapa negara sekaligus menjadi spot foto bagi pengunjung.
Di antaranya replika kincir angin Holland khas Belanda, replika Menara Eiffel yang menjadi ikon Kota Paris, replika Piramida di Mesir, replika Ka’bah di Makkah, Patung Merlion Singapura, Tugu Monas Jakarta, dan terbaru Taj Mahal yang menjadi ikon India yang berada dalam satu kawasan.
Kehadiran NBS Syariah Telaga Biru ini tak lepas dari mimpi dan dedikasi putra daerah Lempong, Prof. Dr. Ir. Wahyuddin Latunreng, MM, MBA, yang kini tercatat sebagai rektor di STIAMI Jakarta yang juga mendirikan Nur Milad Boarding School (NBS) di Desa Lempong sejak 27 Juli 2009.
“Wisata Syariah NBS Telaga Biru dibangun pada September 2017 sebagai destinasi wisata untuk membiayai keberlangsungan Pesantren Nurmilad,” kata Prof Wahyuddin kepada KABARWAJO.id, beberapa waktu lalu.
“Sejak awal berdirinya, Wisata Syariah Telaga Biru NBS tidak hanya memberikan manfaat bagi santri dan karyawan Pondok Pesantren Nurmilad, tetapi juga memberikan kontribusi bagi perekonomian masyarakat setempat,” sambung dia.
Salah seorang pengelola NBS Syariah Telaga Biru Lempong, Risnayanti mengungkapkan, pengunjung kawasan wisata tersebut tak hanya berasal dari Wajo, namun daerah lain seperti Bone, Sidrap, Soppeng, hingga Palopo.
“Dari hasil penjualan karcis untuk membiayai Ponpes Nurmilad yang juga menggratiskan biaya pendidikan bagi santri kurang mampu. Kehadiran NBS Syariah ini juga turut memberdayakan warga sekitar, mulai dari produksi air mineral sendiri sampai dengan roti yang diberikan ke pengunjung pada pembelian karcis,” tandas Risnayanti. (adp)
Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Provinsi Sulawesi Selatan Reza Faisal Saleh melakukan kunjungan…
Mantan Penjabat Bupati Wajo Andi Bataralifu mengemban tugas baru di lingkup Kementerian Dalam Negeri.
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memanggil Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Syahganda Nainggolan dan Wakil…
Pergantian Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) dari M Qodari kepada Syahganda Nainggolan pada Jumat (2/10)…
Sehari setelah dilantik sebagai Kepala Kepolisian RI pada Kamis (1/10) oleh Presiden Prabowo Subianto, Jenderal…
Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dalam hal akses layanan…