Jakarta – Direktur Komunikasi Indonesia Indicator, Rustika Herlambang, menuturkan, Kepolisian RI menerima sentimen-sentimen positif di berbagai platform media sosial sepanjang tahun 2024.
Menurut Rustika, tidak adanya polarisasi pasca-pemilu dan pilkada menjadi salah satu faktor sentimen positif ke kepolisian.
“Mendapatkan sentimen positif adalah pengamanan agenda nasional. Pemilu-pilkada yang terkendali, dan pelepasan pilot Susi Air. Kemudian tidak ada muncul polarisasi pasca-pemilu atau pilkada menjadi atensi terbesar juga mendapatkan sentimen positif,” kata Rustika, Selasa (31/12/2024).
Dia menambahkan, pemberantasan tindak kejahatan oleh Polri juga mendapatkan atensi dari netizen atau masyarakat di media sosial. Terutama mengenai narkoba, judi online, dan pinjaman online.
Rustika memaparkan, Polri juga mendapatkan apresiasi di platform Instagram. Hal itu, sebut dia, karena banyaknya anggota polisi sebagai pengguna Instagram.
“Hampir di seluruh polsek, polres, anggota Polri menggunakan platform Instagram dan mereka mendapatkan atensi luar biasa paling besar di media sosial, dan di media sosial Instagram itu Polri mendapatkan apresiasi paling besar terutama terkait dengan penyelenggaraan pemilu, pilkada, dan pengamanan lebaran,” ujarnya.
Di sisi lain, Rustika mengungkapkan engangement terbesar Polri berasal dari platform TikTok.
“Di sini kita lihat bahwa engagement terbesar terkait Polri itu, berasal dari akun TikTok yang memberikan sentimen negatif kepada Polri sebesar 11 persen. Sementara itu, akun Instagram merupakan akun terbesar kedua yang merespons positif terhadap Polri, dan di akun ini hanya menyisakan sebesar 8 persen sentimen negatif,” pungkas Rustika.
(Divisi Humas Polri)




Tinggalkan Balasan