WA Channel

MAKASSAR – Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menginstruksikan pemerintah kabupaten/kota membentuk Satuan Tugas Pengawasan BBM subsidi. Hal itu ditegaskan melalui Surat Edaran yang ditujukan kepada 24 pemerintah daerah se-Sulawesi Selatan.

“Kita telah membentuk Satgas juga, dan kami menyampaikan kepada seluruh masyarakat untuk tidak melaksanakan panic buying, pembelian BBM,” kata Andi Sudirman di Makassar, Kamis (10/9).

Ia menyebutkan, Tim Satgas gabungan tersebut ditempatkan di setiap SPBU untuk memantau aktivitas pengisian dan memastikan penyaluran BBM kepada masyarakat berjalan sesuai ketentuan. Tim Satgas melibatkan unsur TNI, Polri, Pertamina, Hiswana Migas, Dinas Perhubungan (Dishub), hingga Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

“Stok BBM Sulsel juga akan kami pantau dalam 1-2 hari ke depan sebagai double check laporan pihak Pertamina jika stok aman. Kami memantau semua SPBU bersama satgas. Harap semua warga bersabar, tim satgas sedang bekerja bersama Bupati, Walikota, dan Forkopimda se-Sulsel,” imbuh Gubernur Sulsel.

Andi Sudirman menyatakan, Pemprov Sulsel juga menemukan indikasi praktik yang tidak sesuai aturan di lapangan. Di antaranya, pengisian BBM secara berulang meskipun BBM sebelumnya belum dimanfaatkan, hingga dugaan modifikasi tangki kendaraan.

“Tidak sedikit ada di lapangan ditemukan kondisi-kondisi yang mengindikasikan kecurangan, baik daripada pengisian berulang tanpa dimanfaatkan BBM yang sudah diisi hari sebelumnya. Yang kedua, kadang-kadang modifikasi tangki,” ungkapnya.

“Kita akan perketat ke depan, termasuk pemeriksaan sampai pencabutan izin dan pemblokiran nomor polisi kendaraan tersebut,” imbuh Gubernur Sulsel.

Dia mengingatkan pemilik kendaraan dan para pengemudi mematuhi regulasi yang berlaku. Andi Sudirman menegaskan, tidak boleh ada pihak yang mengambil keuntungan dengan cara melakukan pengisian berulang atau menggunakan kendaraan yang telah dimodifikasi untuk mendapatkan BBM bersubsidi.

“Kami mohon kepada pemilik kendaraan, termasuk sopir dan kendaraan sendiri, kita akan perketat ke depan. Saya mohon kerja samanya karena banyak masyarakat yang sedang mengantri dan memang betul-betul butuh,” imbuhnya.

Andi Sudirman memastikan Pemprov Sulsel akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat mengingat kebijakan dan kewenangan terkait BBM berada dalam koordinasi pemerintah pusat.

“Kami meminta kepada semua tertib dalam pengisian. Kami mohon kerja samanya kepada masyarakat yang kami cintai dan tetap sabar,” pungkasnya. []