WA Channel

MAKASSAR – Oceva, perusahaan nasional yang bergerak pada industri hilirisasi hasil laut, membidik pengembangan indsutri rumput laut di Sulawesi Selatan.

Ini terungkap melalui pertemuan antara Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Jufri Rahman dengan pendiri Oceva, Fahrana Amelia Lubis di Makassar, Kamis (5/5/2025).

Menurut Jufri Rahman, pertemuan itu membahas rencana pembangunan pabrik pengolahan rumput laut di Sulawesi Selatan. Oceva menargetkan investasi dalam waktu enam bulan ke depan.

“Karena investasi ini membutuhkan dukungan resmi dari pemerintah provinsi, maka harus diawali dengan nota kesepahaman (MoU) yang mengatur hak dan kewajiban para pihak. Selanjutnya, akan diterbitkan surat dukungan yang ditandatangani oleh kepala daerah,” kata Sekda Sulsel.

Dia menambahkan, pihaknya menyarankan Kabupaten Takalar sebagai lokasi utama pembangunan pabrik mengingat kabupaten ini merupakan salah satu sentra produksi rumput laut terbesar di Sulawesi Selatan.

“Mereka membutuhkan lahan minimal 11 hektare. Saya sudah sarankan Takalar karena dekat dengan sumber bahan baku, sehingga bisa menekan biaya mobilisasi,” imbuhnya.

Founder Oceva Fahrana Amelia Lubis mengatakan, Sulsel dipilih karena merupakan salah satu daerah penghasil rumput laut terbesar di Indonesia.

Dia menyebutkan, rencana investasi tersebut merupakan bagian dari inisiatif strategis perusahaan yang telah dikembangkan sejak tahun lalu.

“Ini kan salah satu produsen rumput laut terbesar di Indonesia. Sekitar 65 persen rumput laut nasional diproduksi di Sulawesi Selatan, itu sebabnya Makassar menjadi pilihan pilot project hilirisasi rumput laut ini,” ujar Fahrana.

Ia mengatakan, dampak terhadap masyarakat jika pabrik ini berjalan adalah untuk pemerataan sirkulasi ekonomi, sirkulasi pemerataan kekayaan yang tidak hanya industri saja yang mendapat benefit.

Sulawesi Selatan merupakan salah satu lumbung rumput laut nasional. Sentra utama produksi berada di wilayah Takalar, Maros, Pangkep, Bone, dan Selayar.

Produk rumput laut dari daerah ini sebagian besar diekspor ke Tiongkok, Jepang, dan Eropa. []