WA Channel

Makassar – Manajer Pemenangan Jaringan Suara Indonesia (JSI) Sufri mengungkapkan, kekalahan pasangan Amran Mahmud-Amran SE (Pammase) di Pilkada Wajo 2024 versi hitung cepat, salah satunya karena hasil survei atas kinerja pasangan ini rendah di mata masyarakat.

Sufri menyebutkan, berdasarkan data JSI, tingkat kepuasan masyarakat terhadap pemerintahan Amran Mahmud-Amran SE pada periode 2019 – 2024 di bawah 50 persen.

“Jadi, kalau diamati, kenapa petahana kalah itu berdasarkan hasil survei tingkat kepuasan kinerja mereka rendah di mata masyarakat,” ucap Sufri pada konferensi pers hasil quick count Pilkada 2024 di Provinsi Sulawesi Selatan, Rabu (27/11).

Dia menambahkan, selain di Pilkada Wajo, petahana juga tumbang di Pilkada Takalar. Pasangan petahana Syamsari Kitta-Natsir Ibrahim kalah dari paslon nomor urut 1 Daeng Manye-Hengki Yasin.

“Aspek kepuasan masyarakat terlihat progresif dalam upaya kampanye. Sementara di Wajo, upaya kampanye (pasangan) AR-Rahman jauh lebih awal dibanding incumbent,” jelas Sufri.

Berdasarkan hitung cepat yang dilakukan JSI, pasangan AR-Rahman unggul dengan perolehan 71,73 persen dari pasangan Pammase yang memperoleh 28,29 persen dengan data yang masuk 99,38 persen.

“Bisa dipastikan menurut hitungan cepat, Andi Rosman-Baso Rahmanuddin bupati dan wakil bupati Wajo selanjutnya,” ucap Tim Peneliti JSI, Rudi Ruswandi. []