Sengkang, KABARWAJO.id – Menghitung hari menjelang pencoblosan Pilkada Wajo 2024, pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Wajo nomor urut 1, Andi Rosman dan dr Baso Rahmanuddin (AR-Rahman), mulai menyingkap sejumlah program unggulannya.
Salah satunya, pemulihan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Kabupaten Wajo.
Hal itu disampaikan calon Bupati Wajo Andi Rosman saat menggelar kampanye dialogis di Kelurahan Bulu Pabbulu, Kecamatan Tempe, Selasa (29/10).
Dengan latar belakangnya sebagai birokrat dan alumni Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN), Andi Rosman akan fokus pada tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih serta meningkatkan kesejahteraan pegawai.
“Saya akan mengupayakan pemulihan pendapatan ASN Pemkab Wajo dengan prinsip berkeadilan. Bayangan saya, TPP ASN seperti pada masa pemerintahan Asyik (Andi Burhanuddin Unru-Andi Syahrir Kube Dauda) tahun 2014-2019,” kata Andi Rosman.
Ia menambahkan, pemulihan TPP bagi ASN merupakan hal yang penting serta menjadi aspirasi yang sering muncul di kalangan pegawai dalam berbagai kunjugannya dalam empat tahun terakhir.
Menata Kota dan Peningkatan Layanan Publik
Gagasan lain Andi Rosman, yakni penataan Kota Sengkang sebagai ibu kota Kabupaten Wajo dengan sejumlah kebijakan dan perbaikan, di antaranya drainase dan pengelolaan sampah.
“Peningkatan layanan publik juga menjadi aspirasi yang sangat penting, seperti akses air minum yang berkualitas akan menjadi prioritas agar warga Kecamatan Tempe dan sekitarnya dapat menikmati pelayanan yang lebih baik,” lanjut suami Fatmawati ini.
Andi Rosman menekankan, kata Maradeka dipilih sebagai slogan dari programnya dengan pertimbangan menggambarkan karakter kepemimpinan daerah Bugis Wajo yang mandiri dan memiliki kewenangan penuh dalam pengambilan keputusan pemerintahan dan pembangunan, yang dilandasi sikap dan sifat tegas, jujur, dan berkeadilan.
“Maradeka merupakan singkatan dari harapan untuk mewujudkan Wajo yang maju, religius, bermartabat, terdepan, dan berkeadilan,” ucapnya.
Andi Rosman juga mengingatkan warga untuk tidak terpengaruh pada isu BPJS Kesehatan. Dia menyampaikan bahwa BPJS PBI merupakan tanggung jawab negara dan daerah.
“BPJS PBI merupakan tanggung jawab negara, dijamin melalui program jaminan kesehatan nasional, siapa pun yang menjadi bupati akan tunduk pada instruksi presiden,” pungkasnya. []




Tinggalkan Balasan