WA Channel

Berikut rangkuman berita seputar Kabupaten Wajo dalam sepekan, 2-8 November 2025, dirangkum Tim KABARWAJO.ID

1. Tudang Sipulung Bersama Petani akan Jadi Kegiatan Tahunan Pemkab Wajo

Bupati Wajo Andi Rosman mengatakan kegiatan tudang sipulung dan manre sipulung antara Pemerintah Kabupaten Wajo dengan petani bakal menjadi kegiatan tahunan.

Ini disampaikan Andi Rosman saat menghadiri kegiatan manre sipulung dan tudang sipulung di Rice Processing Center (RPC) Anabanua, Kecamatan Maniangpajo, Rabu (5/10/2025).

“InsyaAllah, kita bakal jadikan ini kalender tahunan. Sangat perlu dilakukan karena kebersamaan dan keharmonisannya guna saling bertukar pikiran, ilmu dan sama-sama mencari solusi jika ada masalah dalam sektor pertanian,” kata Bupati Wajo.

Tudang sipulung Pemkab Wajo bersama ribuan petani di Kompleks RPC, Kecamatan Maniangpajo.

2. Prof Djufry: Saya Baru Dengar Ternyata Wajo Masih Terkendala Solar

Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kementerian Pertanian RI, Prof Fadjry Djufry, menyinggung terkait ketersediaan solar saat menghadiri kegiatan manre sipulung dan tudang sipulung di Rice Processing Center (RPC) Anabanua, Kecamatan Maniangpajo, Rabu (5/10/2025).

Dalam kesempatan itu, dia menyatakan bakal memfasilitasi sulitnya mendapatkan bahan bakar solar bagi para petani di Kabupaten Wajo.

“Saya baru dengar ternyata Wajo masih terkendala solar, nanti saya akan laporkan karena ini menyangkut kebutuhan utama petani. Alat mesin pertanian pun akan diprioritaskan,” kata Prof Djufry dikutip dari siaran pers Humas Pemkab Wajo.

3. Tanggul Sungai dan Jembatan Gantung Tokampu-Tonrongnge Rusak, BBWS Pompengan Jeneberang Diminta Bertindak

Sejumlah tanggul di beberapa daerah aliran sungai di Kabupaten Wajo, di antaranya tanggul di Bendung Awo, Kecamatan Pitumpanua, dan Kecamatan Sabbangparu, dilaporkan mengalami kerusakan.

Hal ini disampaikan Komisi III DPRD Kabupaten Wajo saat menyambangi kantor Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang di Makassar, Kamis (6/11).

“Kondisi ini dilaporkan ke pihak BBWS Pompengan Jeneberang sebagai lembaga yang memiliki kewenangan pengelolaan di sepanjang aliran sungai di Kabupaten Wajo,” ungkap Ketua Komisi III DPRD Wajo, Andi Bayuni Marzuki.

Pada kesempatan itu, Komisi III DPRD Wajo juga melaporkan terkait kondisi jembatan gantung Tokampu-Tonrongnge di Kecamatan Tempe yang kritis. Landasan beton jembatan bergeser dan retak hingga 20 sentimeter akibat hujan deras pada 25 Oktober 2025 lalu.

4. Pemkab Wajo Gelar Seleksi Terbuka untuk 10 JPT, Terima Pelamar dari Luar Daerah

Pemerintah Kabupaten Wajo melakukan seleksi terbuka untuk 10 posisi Jabatan Tinggi Pratama (JPT). Ini berdasarkan pengumuman oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Wajo, Jumat (7/11) malam.

Ke-10 JPT tersebut yakni Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Pertanahan, Kepala Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup.

Selanjutnya Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah, dan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan.

Tim dari DLH Wajo memasang stiker dalam pengawasan di salah satu booth UMKM di RTH Callaccu, Sabtu (8/11/2025) sore.

5. Delapan Booth UMKM di RTH Callaccu dalam Pengawasan DLH Wajo

Sebanyak delapan booth/kontainer Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Callaccu, Kecamatan Tempe, dipasangi stiker “Dalam Pengawasan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Wajo.”

Hal itu setelah tim dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Wajo, Dinas Koperasi, Perindustrian, Perdagangan dan UMKM, serta personel Satuan Polisi Pamong Praja turun melakukan verifikasi lanjutan terkait polemik hak guna booth UMKM di RTH Callaccu, Sabtu (8/11/2025) sore.

“Tim turun untuk melakukan verifikasi lanjutan dari hasil verifikasi faktual minggu lalu. Dari 34 booth, sebanyak 8 booth yang masuk dalam pengawasan DLH,” ungkap Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Wajo, Andi Ahmad Ridha.

Pelaksana Tugas Kepala DLH Kabupaten Wajo Andi Cakunu menambahkan, pihaknya akan melakukan verifikasi kembali melalui koordinasi dengan Bupati Wajo Andi Rosman, Wakil Bupati Wajo Baso Rahmanuddin serta Sekretaris Daerah Armayani. []