WA Channel

Sengkang, KABARWAJO.id – Menteri Agama (Menag) RI Prof Dr Nasaruddin Umar meluncurkan program Kota Wakaf di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, Sabtu (9/11).

Peluncuran program tersebut dihadiri sejumlah pejabat terkait, di antaranya Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Prof Waryono, Kepala Kanwil Kemenag Sulsel Muhammad Tonang, Sekretaris Daerah Kabupaten Wajo Armayani, serta unsur pejabat terkait lainnya.

Pada kesempatan itu, Menag Nasaruddin Umar mengatakan peluncuran tersebut menandai langkah penting Kabupaten Wajo sebagai pusat wakaf di Sulawesi Selatan.

Menurut dia, wakaf merupakan salah satu bentuk ibadah yang penuh manfaat, baik secara sosial, ekonomi, maupun spiritual.

“Kabupaten Wajo sebagai Kota Wakaf diharapkan menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia untuk mengembangkan potensi wakaf yang ada di masyarakat,” kata Nasaruddin.

“Wakaf bukan hanya dalam bentuk tanah atau bangunan, tetapi kini kita juga perlu memahami wakaf produktif yang bisa digunakan untuk kemaslahatan umat secara lebih luas,” imbuhnya.

Nasaruddin menambahkan, dengan peluncuran program Kota Wakaf di Kabupaten Wajo, menjadi momentum mengubah cara pandang masyarakat terhadap wakaf yang selama ini identik dengan masjid atau lahan kuburan.

“Hari ini, kita dorong masyarakat untuk melihat wakaf sebagai investasi sosial yang dapat memperkuat perekonomian umat. Wakaf dapat menjadi modal untuk membangun sektor pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi di masyarakat,” ucap Ketua Umum Pengurus Pusat Pondok Pesantren As’adiyah itu.

Gerakan Sejuta Wakaf

Sementara Kepala Kantor Kemenag Wajo Muhammad Yunus mengatakan, pihaknya telah mempersiapkan program edukasi dan sosialisasi wakaf kepada masyarakat, khususnya dalam bentuk wakaf produktif.

“Para tokoh agama dan penyuluh agama di setiap desa akan berperan aktif untuk mengajak masyarakat berpartisipasi dalam wakaf produktif,” kata Yunus.

Selain itu, lanjut dia, Kemenag Wajo juga akan bekerja sama dengan lembaga wakaf nasional dan daerah dalam mengelola dana wakaf untuk mendukung berbagai program sosial dan kemasyarakatan.

Menurut Yunus, Kemenag Wajo sekaligus meluncurkan kampanye “Gerakan Sejuta Wakaf” yang ditargetkan untuk mengumpulkan dana wakaf dari berbagai kalangan.

“Kampanye ini diharapkan mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam berwakaf, baik dalam bentuk uang tunai maupun aset lainnya guna mendukung program-program sosial yang lebih luas,” sambung dia.

Yunus berharap, peluncuran Wajo sebagai Kota Wakaf menjadi cikal bakal bagi terbentuknya model ekonomi berbasis wakaf yang dapat dicontoh oleh daerah-daerah lain di Indonesia.

“Melalui launching Kota Wakaf ini, diharapkan masyarakat Kabupaten Wajo semakin terdorong untuk menjadikan wakaf sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari,” pungkas dia. []