WA Channel

JAKARTA – Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Kepolisian RI Inspektur Jenderal Johnny Eddizon Isir menyatakan, mutasi besar-besaran di tubuh Polri sebagai bagian dari dinamika organisasi yang bertujuan menjaga kesinambungan kinerja serta meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas kepolisian.

“Mutasi jabatan merupakan hal yang wajar dalam organisasi Polri sebagai bentuk penyegaran sekaligus pembinaan karier personel. Melalui rotasi ini diharapkan para pejabat yang mendapat amanah baru dapat segera beradaptasi, memperkuat soliditas organisasi, serta meningkatkan kualitas pelayanan, perlindungan, dan penegakan hukum kepada masyarakat,” kata Johnny Eddizon dalam keterangannya, Jumat (26/6).

Pada mutasi yang tertuang dalam Surat Telegram Kapolri yang diterbitkan 25 Juni 2026 itu, Kadiv Humas Polri menjelaskan pembentukan satuan kewilayahan baru, termasuk Polresta di kawasan IKN, merupakan bagian dari upaya Polri menyesuaikan kebutuhan organisasi dengan perkembangan wilayah dan tantangan tugas yang semakin dinamis.

Selain itu, lanjut Johnny Eddizon, promosi terhadap puluhan personel Polwan juga menjadi wujud komitmen Polri dalam memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh personel berdasarkan kompetensi dan profesionalisme.

“Penguatan organisasi tidak hanya dilakukan melalui rotasi jabatan, tetapi juga melalui penataan struktur kewilayahan dan pengembangan sumber daya manusia. Kami ingin memastikan setiap jabatan diisi personel terbaik agar Polri semakin presisi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” jelas dia.

Pada mutasi kali ini, sejumlah jabatan strategis di Polri mengalami pergantian, meliputi Pejabat Utama (PJU) Mabes Polri, Kapolda, Wakapolda, serta promosi terhadap 190 jabatan Kapolres, Kapolresta, dan Kapolrestro/Kapolrestabes.

Selain itu, sebanyak 45 personel Polwan memperoleh promosi jabatan, termasuk 17 personel yang dipercaya mengemban jabatan Kapolres IIIA2.