Sengkang, KABARWAJO.ID – Bupati Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah, Mohammad Rizal Intjenae, bersama Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sigi Siti Halwiah, Wakil Ketua Dekranasda Sigi Roro Istanti, bersama jajaran melakukan kunjungan studi tiru di Kabupaten Wajo, Kamis (23/10).
Menurut Siti Halwiah, kunjungan itu untuk memperkuat jejaring dan kolaborasi dalam pengembangan kerajinan serta pemberdayaan pelaku UMKM.
Dia menilai, Kabupaten Wajo merupakan salah satu daerah yang sukses mengembangkan potensi kerajinan tradisional, khususnya tenun kain sutra yang telah dikenal hingga tingkat nasional.
“Kunjungan ini menjadi kesempatan berharga bagi kami untuk belajar dari Dekranasda Wajo, terutama mengenai strategi pemberdayaan dan pengembangan produk lokal agar mampu bersaing di pasar nasional,” ujar Siti Halwiah.
Dia menambahkan, dari studi tiru itu nantinya dapat memperkuat sinergi antara Dekranasda dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Sigi dalam membina serta mengembangkan pelaku kerajinan lokal.
Siti Halwiah menekankan, Dekranasda tidak hanya berfokus pada produk, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat dalam rangka upaya penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Sigi melalui penguatan ekonomi kreatif.
Di samping itu, dia berharap kerja sama antara kedua daerah dapat terus berlanjut dalam bentuk kolaborasi konkret.
Kunjungan kolega dari Provinsi Sulawesi Tengah ini disambut langsung Bupati Wajo Andi Rosman, Ketua Dekranasda Kabupaten Wajo Fatmawati Amin, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, Perdagangan, dan UMKM Kabupaten Wajo Andi Aso Ashari, serta jajaran OPD Pemkab Wajo.
Dalam kesempatan itu, Dekranasda Wajo membawa rombongan Bupati Sigi bersama Dekranasda ke pusat tenun tradisional di Desa Wewangrewu dan pusat penjualan kain sutra Losari Silk di Desa Pakkanna, Kecamatan Tanasitolo. []



