WA Channel

Sengkang, KABARWAJO.ID – Sultan Kutai Kartanegara (Kukar) ing Martadipura XXI, Aji Muhammad Arifin, bersama sang permaisuri Ratu Sekar Asih menyempatkan berkunjung ke tanah leluhur di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, Selasa (15/7/2025).

Kunjungan pewaris tahta Kesultanan Kutai Kartanegara ini bersama rombongan Pemerintah Kabupaten Kukar yakni Bupati Aulia Rahman Basri, Wakil Bupati Rendi Solihin, Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani, Sekda Sunggono, unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, para Kepala OPD, hingga Anggota DPRD Kukar.

Kunjungan itu merupakan kunjungan balasan setelah sebelumnya jajaran Pemerintah Kabupaten Wajo bertandang ke Kutai Kartanegara pada Selasa (8/7). Seremoni penyambutan kolega dari tanah seberang tersebut digelar di Ballroom Hotel Sallo.

Jajaran Pemerintah Kabupaten Wajo yang menyambut di antaranya Bupati Wajo Andi Rosman, Ketua DPRD Wajo Firmansyah Perkesi, Sekda Armayani, unsur Forkopimda, para Kepala OPD, tokoh agama hingga tokoh adat.

Dalam sambutannya, Bupati Wajo Andi Rosman menyampaikan terkait ikatan kekerabatan yang terjalin antara Kabupaten Wajo dan Kutai Kartanegara sejak masa kerajaan.

“Kami membuka diri untuk kolaborasi, khususnya dalam pengembangan sektor pertanian dan wisata pesisir,” kata Andi Rosman.

Mewakili Sultan, sang putra mahkota Kesultanan Kutai Kartanegara Pangeran Notonegoro mendorong kerja sama antara dua daerah berdasarkan potensi unggulan masing-masing.

“Kita perlu memperkuat SDM dan nilai tambah komoditas agar bangsa ini keluar dari jebakan negara berpenghasilan menengah,” ujar Notonegoro.

Sementara Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri dalam kesempatan itu menyatakan akan merevitalisasi makam Sultan Aji Muhammad Idris yang merupakan pahlawan nasional Kalimantan Timur.

Sultan Aji Muhammad Idris dimakamkan di Kabupaten Wajo, berdampingan dengan makam mertuanya Lamaddukelleng yang juga dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional asal Wajo.

“Persaudaraan antara Kutai dan Wajo adalah ikatan darah dan sejarah yang tak terputus. Kami berkomitmen untuk merevitalisasi makam Aji Muhammad Idris sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan pahlawan daerah,” ucap Aulia.

Melengkapi kunjungan rombongan Pemkab Kukar bersama Sultan Kukar, mereka lalu berziarah ke makam Lamaddukelleng dan Sultan Aji Muhammad Idris.

Dua sosok yang semasa hidupnya mengobarkan perlawanan terhadap kolonialis Belanda. []