Sengkang, KABARWAJO.id – Dua pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati Wajo melalui jalur perseorangan (independen), Andi Fadilah Burhanuddin Unru-Andi Ayoga Ghozali (DIA) dan Andi Muh Yusuf B-Herni Jalil, dipastikan kandas usai tidak dapat memenuhi persyaratan dukungan untuk bakal calon perseorangan.
Keduanya gagal memenuhi syarat dukungan sebanyak 24.912 bukti dukungan dalam bentuk fotokopi KTP atau 8,5 persen dari jumlah total 293.077 Daftar Pemilih Tetap (DPT) hingga batas pendaftaran untuk paslon perseorangan yang ditutup Minggu (12/5/2024).
“Bakal calon pasangan perseorangan DIA di Silon terpantau hanya 42 dukungan dengan sebaran 11 kecamatan, sementara bakal calon perseorangan Andi Muh Yusuf B-Hj Herni Jalil terpantau tidak ada sama sekali syarat dukungan yang diserahkan alias nihil,” bunyi pernyataan KPU Wajo dalam siaran persnya, Selasa (14/5).
Menyikapi hal itu, Andi Fadilah membenarkan dirinya kini membidik usungan partai politik untuk bisa berkontestasi di Pilkada Wajo 2024.
Dia menyatakan dirinya telah mengambil dan mengembalikan berkas formulir pendaftaran bakal calon kepala daerah di PKB dan Partai Demokrat.
“Mengantisipasi di independen, kami mendaftar di partai sebagai calon bupati Wajo. Menyusul di PPP dan Gerindra,” ungkap Andi Fadilah kepada Kabar Wajo.

Sementara itu, Ketua Forum 3 S Andi Muh Yusuf B (AMY) juga telah mengambil formulir pendaftaran bakal calon kepala daerah di kantor Partai Demokrat dan NasDem Kabupaten Wajo, Jumat (3/5/2024).
Di kantor DPC Partai Demokrat, Andi Muh Yusuf Baharuddin diterima langsung Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Wajo, Andi Senurdin Husaini.
Usai mengambil formulir pendaftaran di kantor DPC Partai Demokrat, Wakil Ketua Peduli Dewan Masjid Indonesia (DMI) Sulawesi Selatan ini didampingi Liaison Officer (LO) Parawansyah selanjutnya mengambil formulir pendaftaran di kantor DPC Partai Nasdem di Jalan Andi Parenrengi, Kecamatan Tempe.
Terkait motivasinya maju di Pilkada, dia menyatakan dirinya merasa terpanggil sebagai putra daerah untuk melakukan perubahan bagi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Wajo.
“Termasuk mendukung program pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan saya bertekad untuk meminimalisir praktek KKN di dalam pemerintahan,” ucapnya.




Tinggalkan Balasan