KABAR MANCANEGARA – Sebuah kapal tunda (tugboat) berbendera Uni Emirat Arab (UEA) dilaporkan tenggelam di Selat Hormuz pada Kamis (5/3) malam waktu setempat.
Peristiwa ini terjadi di tengah ketegangan militer di kawasan Teluk imbas perang antara Iran menghadapi Israel yang bersekutu dengan Amerika Serikat (AS).
Dikutip dari Tempo, Duta Besar Republik Indonesia untuk Uni Emirat Arab (UEA) Judha Nugraha mengatakan, kapal tugboat bernama Mussafah 2 tenggelam sekitar pukul 18.30 waktu setempat.
“Total ada tujuh awak kapal, empat di antaranya WNI. Tiga awak sudah ditemukan selamat, termasuk satu WNI. Empat lainnya masih hilang, tiga di antaranya WNI,” kata Judha saat dihubungi Tempo, Jumat (6/3) malam.
Dia menambahkan, kapal tugboat tersebut tenggelam di perairan Selat Hormuz yang berada di dekat perbatasan Uni Emirat Arab dan Oman. Pemerintah Indonesia melalui Kedutaan Besar RI di Abu Dhabi terus memantau perkembangan operasi pencarian yang dilakukan otoritas setempat.
“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak perusahaan dan saat ini juga melakukan koordinasi dengan otoritas setempat untuk proses pencariannya,” ujar Judha.
Musaffah 2 Alami Ledakan
United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO) dalam laporannya menyatakan, sebuah kapal penarik terkena proyektil yang tidak dikenal saat melakukan operasi dengan kapal kontainer Safeen Prestige yang terdampar 6 mil laut di utara Oman di Selat Hormuz.
Sementara perusahaan keamanan maritim Vanguard Tech melaporkan bahwa kapal penarik berbendera UEA, Mussafah 2, terkena dua rudal saat mencoba membantu kapal kontainer Safeen Prestige yang terdampar.

Dalam laporannya, Direktorat Perlindungan Warga Negara Indonesia Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia mengungkapkan, pada tanggal 6 Maret 2026 menerima laporan terkait insiden yang menimpa 1 tugboat bernama Musaffah 2, berbendera Uni Emirat Arab (UEA).
Berdasarkan saksi mata, Musaffah 2 mengalami ledakan yang menyebabkan kapal terbakar dan tenggelam. Hingga saat ini, Otoritas di UEA dan Oman masih melakukan penyelidikan terkait penyebab insiden ini.
“Perwakilan RI segera berkoordinasi dengan otoritas UEA dan Oman, dan pihak perusahaan Safeen Prestige,” demikian keterangan PWNI Kemlu.
Dua Pelaut asal Luwu Raya
Penelusuran KABARWAJO.ID, identitas kru asal Indonesia di kapal tunda Mussafah 2 yakni Captain Yan Rano Djama, Captain Miswar Paturusi, dan Sirajuddin.
Captain Yan Rano Djama dilaporkan selamat dan kini mendapatkan penanganan medis di salah satu rumah sakit di Oman.
“Di saat mereka dalam keadaan panik di tengah laut, pertolongan Tuhan datang, muncul kapal speed nelayan penduduk setempat. Mereka itu yang menolong Captain Yan Rano dan dua kru kapal yang lain. Captain Yan Rano ngomong ke pemilik speed bahwa masih (ada) teman kami 4 orang, belum sempat kasih pertolongan kapal sudah meledak,” kata istri Yan Rano, Olivia Anindya.
“Syukur puji Tuhan, suami hanya mengalami kena luka bakar di tangan kiri kanan, kru satu kena di muka sekitar 40 persen, yang kru satu lagi 70 persen kena di hampir seluruh badan. Saat ini lagi perawatan di RS Oman,” imbuhnya.
Sementara dua kru lainnya, yakni Captain Miswar Paturusi asal Luwu dan Chief Engineer Sirajuddin asal Palopo belum ada informasi hingga berita ini ditayangkan. [tim]



